ZoyaPatel

Tips Memilih Lem Keramik untuk Ukuran Granit dan Homogenous Tile

Mumbai

Granit dan homogenous tile kini banyak dipilih untuk desain hunian modern. Namun, material ini memiliki ukuran dan bobot yang jauh lebih besar dibandingkan keramik biasa. Karena itu, pemilihan lem keramik tidak bisa dilakukan sembarangan.

Menggunakan perekat yang tidak sesuai dapat menyebabkan keramik kopong, retak, hingga terlepas setelah beberapa waktu penggunaan.

Oleh sebab itu, penting memahami karakter material serta memilih lem untuk keramik dengan spesifikasi teknis yang tepat agar pemasangan kuat dan tahan lama.

Tips Memilih Lem Keramik untuk Granit dan Homogenous Tile

Desain hunian modern banyak menggunakan granit dan homogenous tile karena tampilannya yang elegan serta daya tahan tinggi. Namun, Anda tetap harus memasangnya dengan hati-hati. Caranya yaitu:

1.    Perhatikan Ukuran dan Ketebalan Material

Granit dan homogenous tile umumnya memiliki ukuran besar, mulai dari 60×60 cm hingga slab berukuran lebih dari 120×240 cm. Semakin besar ukuran ubin, semakin tinggi kebutuhan daya rekatnya.

Ubin besar membutuhkan perekat yang mampu menjaga kontak penuh antara permukaan keramik dan lantai agar tidak menimbulkan rongga udara penyebab kopong.

2.    Pilih Lem Keramik dengan Daya Rekat Tinggi

Material granit memiliki berat lebih tinggi dibanding keramik standar, sehingga membutuhkan lem dengan bonding strength tinggi.

Perekat khusus big slab seperti SikaCeram®-255 Big Slab dirancang untuk memberikan daya rekat maksimal pada granit dan ubin ukuran besar, baik untuk lantai maupun dinding.

Produk ini mampu menjaga stabilitas pemasangan bahkan pada area dengan tuntutan performa tinggi. Open time lebih panjang, aplikasinya mulus dan dapat mengurangi selip vertikal. Cocok untuk semua jenis granit baik di dalam maupun luar ruangan.

Anda juga bisa menggunakan SikaCeram®-150 CA TileFix yang cocok untuk aplikasi di lantai dan area kering. Produk ini memiliki daya lekat yang sangat baik untuk marmer, granit, serta batu alam.

Selain itu, proses aplikasinya pun praktis karena siap digunakan saat pemasangan, Anda hanya perlu menambahkan air sesuai takaran sebelum diaplikasikan.

3.    Pastikan Memiliki Fleksibilitas yang Baik

Perubahan suhu dan pergerakan struktur bangunan dapat menyebabkan material memuai atau menyusut. Jika perekat terlalu kaku, risiko retak atau lepas akan meningkat.

Lem keramik dengan sifat deformable (fleksibel) mampu mengikuti pergerakan material tanpa kehilangan daya lekatnya. Teknologi ini sangat penting untuk homogeneous tile yang memiliki kepadatan tinggi dan minim toleransi terhadap tekanan.

 



4.    Sesuaikan dengan Area Pemasangan (indoor atau outdoor)

Area pemasangan sangat menentukan jenis perekat yang digunakan.

      Indoor: membutuhkan daya rekat stabil dan finishing presisi

      Outdoor: membutuhkan ketahanan terhadap cuaca dan perubahan suhu

      Area lalu lintas tinggi: memerlukan perekat performa tinggi

Perekat granit modern umumnya dapat diaplikasikan pada interior maupun eksterior, termasuk balkon dan teras dengan paparan cuaca langsung.

5.    Gunakan Lem yang Mampu Menopang Beban Berat

Selain berat material, faktor beban penggunaan juga perlu diperhatikan. Lantai ruang tamu, area komersial, atau koridor memiliki tekanan aktivitas tinggi.

Sistem perekat khusus big slab mampu menopang beban berat serta mengurangi risiko slip vertikal saat pemasangan di dinding. Hal ini membantu menjaga posisi ubin tetap stabil selama proses pengeringan.

6.    Perhatikan Metode Aplikasi untuk Ubin Ukuran Besar

Pemasangan granit dan homogenous tile memerlukan teknik khusus seperti:

      Penggunaan roskam bergerigi besar.

      Metode double buttering.

      Penyebaran lem merata tanpa rongga.

Beberapa perekat premium memiliki extended open time, yaitu waktu kerja lebih panjang sehingga aplikator dapat menyesuaikan posisi ubin besar dengan lebih presisi sebelum mengeras.

Karakteristik Granit dan Homogenous Tile yang Perlu Dipahami

Memahami sifat material membantu menentukan jenis perekat yang paling sesuai. Berikut ini karakteristiknya:

1.    Tingkat Kepadatan dan Daya Serap Air yang Rendah

Homogenous tile diproduksi melalui proses tekanan tinggi sehingga memiliki pori sangat kecil. Akibatnya, material ini sulit menyerap air maupun semen biasa. Karena itu, diperlukan lem keramik dengan aditif polimer agar daya rekat tetap optimal.

2.    Bobot Lebih Berat Dibanding Keramik Standar

Granit dan homogenous tile memiliki massa jenis tinggi sehingga memberikan tekanan lebih besar pada lapisan perekat. Tanpa lem berkekuatan tinggi, keramik berisiko turun atau terlepas terutama pada aplikasi dinding.

3.    Permukaan Lebih Padat dan Minim Pori

Permukaan yang padat membuat ikatan mekanis menjadi terbatas. Perekat modern bekerja menggunakan kombinasi adhesi kimia dan mekanis agar ikatan tetap kuat.

Inilah alasan penggunaan adukan semen konvensional tidak lagi direkomendasikan untuk material besar.

4.    Ukuran Besar Membutuhkan Daya Lekat Merata

Ubin besar membutuhkan distribusi perekat hampir 100% di bagian belakangnya. Area kosong sekecil apa pun dapat menjadi titik lemah yang memicu retak saat menerima beban.

5.    Risiko Kopong Jika Pemasangan Tidak Tepat

Keramik kopong pada granit biasanya terjadi akibat ketebalan lem tidak merata, teknik aplikasi salah, hingga perekat tidak sesuai spesifikasi. Masalah ini sering baru terlihat setelah penggunaan beberapa bulan.

Ini Dia Lem Keramik untuk Granit dan Homogenous Tile

Pemilihan lem keramik untuk granit dan homogenous tile harus mempertimbangkan ukuran material, daya rekat, fleksibilitas, serta kondisi area pemasangan.

Material berukuran besar membutuhkan perekat khusus yang mampu menopang berat sekaligus menjaga distribusi daya lekat secara merata.

Untuk kebutuhan standar hingga aplikasi performa tinggi, penggunaan SikaCeram® TileFix-150 GA cocok untuk pemasangan granit pada area umum.

Sementara SikaCeram®-255 Big Slab menjadi solusi ideal untuk ubin ukuran besar dan slab modern karena memiliki fleksibilitas tinggi, daya rekat kuat, serta waktu kerja lebih panjang sehingga pemasangan lebih presisi dan tahan lama.

Sika sudah berpengalaman selama 115 tahun dan sudah menangani berbagai project nasional maupun internasional. Salah satu proyeknya di Indonesia yaitu Apurva Kempinski Bali.

Selain itu, Sika juga berhasil menyelesaikan proyek skala internasional seperti Paroki Lutherian Evangelik. Sika juga yang pertama kali mencetuskan waterproofing semen di Indonesia.

Dengan pemilihan produk dan metode pemasangan yang tepat, granit dan homogenous tile dapat memberikan tampilan premium sekaligus ketahanan maksimal dalam jangka panjang.

Dapatkan lem keramik Sika melalui Official Shopee Sika. Untuk informasi produk lainnya, kunjungi situs resmi Sika Indonesia.

 

 

  

Ahmedabad