GALERRY Meluruskan Sejarah yang Tersembunyi, PC LTN NU Bondowoso Gelar Bedah Buku Menjerat Gus Dur

BONDOWOSO- Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN-NU) Bondowoso menggelar bedah buku Menjerat Gus Dur karya Virdika Rizky Utama di gedung PPI Nurul Burhan, Badean, Bondowoso, Sabtu (14/2/3/2020).

Pada kesempatan tersebut, LTN NU langsung mendatangkan penulis buku ini dan sejumlah tokoh penting. Di antaranya, pendiri sekaligus PPI Nurul Burhan, Drs. K.H. Imam Barmawi Burhan, Ketua IKA PMII Jawa Timur, Drs. Amin Said Husni, Dosen Fisip UIN Sunan Ampel Surabaya selaku moderator, Dr. Moh. Syaeful Bahar, Polres dan Dandim Bondowoso, asisten III Pemkab, Wawan Setiawan beserta para Kiai lainnya.
.

Ketua PC LTN NU Bondowoso, Andiono Putra, mengatakan Buku yang bercerita tentang upaya pelengseran Presiden Gus Dur waktu itu dinilai telah meluruskan sejarah yang sudah lama tersembunyi.


"Buku ini terdapat sejarah baru untuk kita, karena meluruskan sejarah dimana ketika era pasca gus dur dilengserkan banyak yang tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya ketika disampaikan oleh penguasa. Dengan dihadirkannya bedah buku ini masyarakat bisa tercerahkan bahwasanya Gus Dur itu luar biasa," tuturnya.


Menurutnya, kenapa harus bedah buku Menjerat Gus Dur. Sebab untuk memberikan pemahaman kepada nahdliyin bahwa kultur NU yang selama ini dianggap betul kemudian diputar balikan oleh penguasa terkait fakta yang sebenarnya pada saat itu.
"Jadi suri tauladan yang baik seperti Gus Dur ini harus kita wariskan dan disebarluaskan kepada generasi muda NU agar mereka paham tentang sejarah masa lalu pendiri NU dan masalalu para tokoh NU salah satunya yakni Gus Dur melalui bedah buku ini," sambungnya.

Acara yang berlangsung sore hari itu diikuti oleh ratusan peserta yang mayoritas pelajar kalangan Nahdliyin dan juga umum. Sejumlah pengurus PCNU, PWNU dan juga Ranting.

Sebenarnya kegiatan ini tidak hanya sebatas bedah buku biasa. Namun juga untuk meningkatkan semangat literasi para generasi muda supaya memiliki gairah membaca dan menulis.

"Ini kita kaitkan dengan bedah buku Menjerat Gus Dur sebagai salah satu cara untuk mengajak para generasi muda meningkatkan semangat literasi dengan menghadirkan penulis secara langsung agar mereka juga termotivasi dan tidak hanya soal pewarisan nilai akan tetapi juga memberikan spirit kepada mereka," jelasnya.

Pihaknya berharap dengan dilaksanakannya bedah buku ini mampu meningkatkan semangat kader muda NU untuk terus untuk giat literasi dan tidak tergerus sama kecanggihan teknologi.

"Dengan adanya sosok Gus Dur ini bisa memberikan motivasi kepada para kader. Ini juga salah satu konsolidasi kita, Jika konsolidasi ini berhasil maka urusan cinta tanah air dan bangsa itu akan selesai. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia ini NU, ketika NU rusak maka rusaklah bangsa ini jika NU baik maka damailah negeri ini. Karena hal ini juga berada pada kader muda yang akan meneruskan kedepannya," pungkasnya.


Penulis : Bahrullah

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.