Aliran Baru Door to Door, Ketua Muslimat Ajak Perkuat Aswaja

Jajaran Pengurus Muslimat NU ketika menghadiri peringatan Maulid Nabi di desa Pelalangan, Wonosari

Masyarakat Plalangan harus kuat aqidahnya. Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah jangan mau ditukar dengan sembako. Perbanyak pengajian-pengajian di Wonosari ini. Kalau MWC, PAC, Muslimat dan Fatayat NU kompak, mereka tidak akan berani mengganggu kita.

Demikian disampaikan Ketua PC Muslimat NU pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diadakan PAC Muslimat NU dan Ranting Muslimat NU Desa Pelalangan Kecamatan Wonosari, Jumat (13/11). Hal itu dilakukannya sebagai respon massifnya gerakan aliran baru yang door to door memberikan beras dan mengajak masyarakat untuk mengikuti alirannya.

Untuk memotivasi agar jama’ah khususnya Muslimat NU tetap bersemangat menjalankan syiar Aswaja, Nyai Hj Mustakmilah mengutip dawuh KH As’ad Syamsul Arifin. 

Suasana Peringatan Maulid Nabi di desa Pelalangan
“Siapa saja yang berkhidmat kepada NU, baik itu Muslimat maupun Fatayat, akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Jangan takut miskin karena berkhidmat kepada NU, jangan mengeluh ketika diminta sumbangan untuk kegiatan NU,” tuturnya. 

Ketua Tanfidziyah MWC NU Wonosari Ust Abdul Wasik mengapresiasi kegiatan Maulid Nabi yang diadakan PAC Muslimat NU dan Ranting Muslimat NU Desa Pelalangan. Tak hanya itu, Ust Wasik juga mengajak jama’ah menjawab yel-yel khas kader NU SIAPA KITA?, yang disambut dengan gemuruh penuh semangat dengan jawaban NU.!

“Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari menyatakan: ‘Siapa yang mau mengurusi NU, aku anggap sebagai santriku. Siapa yang jadi santriku, maka aku doakan husunul khatimah beserta keluarganya’,” tutur Ketua MWC yang sekaligus dosen STAI At Taqwa ini.

Ketua Aswaja NU Center, KH Anwar Syafi’i yang hadir sebagai penceramah menyampaikan, bahwa NU didirikan pada Tanggal 16 Rajab 1344 H oleh para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah. NU sebagai wadah untuk menyatukan, memelihara, mengembangkan, mengamalkan ajaran ahlussunnah wal jamaah. 

Maulid Nabi yang dihadiri sekitar 200 jama’ah Muslimat NU ini terlihat antusias dan penuh khidmat sejak awal. Hingga pengajian berakhir, tak ada satupun yang beranjak meninggalkan tempat. (*)

Kontributor : Elok

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.