MENUJU PUSARA LELUHUR

Muhammad Nur Taufiq, Alumni PKP NU IV PC LTN NU Bondowoso
Aku menuju pusara leluhur 
Membawa bertangkai doa luhur
Dan ingatan masa silam 
Yang membawa tenggelam 

"Jasad-jasad yang tertimbun di bawah nisan
Pernah membawamu dalam timangan
Dengan kasih sayang tanpa imbalan

Burung-burung menari di ranting-ranting kayu
Seperti menyanyikan lagu melayu 
Sebelum terbangkan melaju 
Bersama tawakkal yang tak kenal layu

Kulihat seorang ibu menyapu halaman
Membuat musik pagi
sebelum matahari sempurna berdandan
Menurun cahaya dengan kesetiaan berbagi

Sungai masih melata mencari muara
Sebelum menyatu pada laut atau samudra
Di sanalah tempatku menitipkan kisah
Bermain perahu dari ijuk kelapa 
Sepulang dari mencari rumput
Kakek melihatku sambil tersenyum lembut

Sampai di pusara 
Ada cerita sedang membara

Kakek hanyalah manusia biasa bahkan hina
Rumahnya gubuk sering jadi sarang nyamuk
Namun dihadapan penciptanya, ia terlihat nikmat dan khusuk

Ia terkenal sebagai seorang buruh 
Keringat-keringat mudah jatuh 
Sekitar pukul sembilan ia bergegas pulang
Ia melangkah pulang 
Menunaikan dhuha menyambut anugerah kasih sayang
Kemudian kembali bertualang 
Menelusuri pematang 
Mencarikan rerumputan bagi ternak-ternaknya di kandang

Ketika senja, ia datang ke masjid terdekat
Berkhidmat dengan kesucian niat 
Ada keyakinan terasa nikmat
Bahwa ia sedang mengumpulkan bekal akhirat 
Karena usia pasti sampai pada akhir hayat

Setelah matahari raib malam mulai terbit
Suara azannnya terdengar sampai langit
Telinga jasmani barangkali mendengar suara membosankan
Telinga ruhani mendengar nasihat keikhlasan

Pada siapapun, ia mengaku tak pandai mengaji 
Namun kehidupannya senantiasa mengkaji
Sekolahnya adalah pengalaman 
Pahit manis sudah pernah dirasakan
Ia juga tidak pernah mengerti teknologi
Seperangkat teori dan metodologi 
Ia hanya punya bekal guru pedoman
Pengantar keselamatan dan kebahagiaan

Yang dikhawatirkan adalah masa depan sesungguhnya
yang difikirkan adalah masa depan anak cucunya

Di pusara leluhur 

Jumat, 1 Mei 2020


Penulis : Muhammad Nur Taufiq
Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.