Susun Strategi Dakwah, PKPNU NTB Adakan Silatda.

Suasana Silatda II PKPNU di Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak Desa Durian. (Foto : Kontributor) 
Strategi dalam berdakwah memang harus selalu di-upgrade demi kelancaran syi'ar Islam Ahlussunah wal Jamaah. Setiap Kader NU, punya kewajiban untuk melakukan ini.

Seperti yang dilakukan ratusan Alumni PKPNU (Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama) NTB (Nusa Tenggara Barat), yang kembali mengadakan Silatda (Silaturahim Daerah) sebagai ajang konsolidasi. Silatda yang kedua itu dilaksanakan di Pesantren Sirajul Huda Paok Dandak Desa Durian, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, Ahad, (29/11). 

Pembina Pesantren Sirajul Huda Paok Dandan, TGH Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih karena menjadikan Sirajul Huda sebagai tempat Silatda PKPNU se-NTB.


Baca juga : 


"Kami sangat bangga bisa dipilih sebagai tempat silaturrahim ini, harapan kami, semoga ini akan menambah barokah di Ponpes ini sekaligus keberkahan untuk Warga Nahdliyin di Janapria dan di Indonesia pada umumnya," ujar pembina Pesantren Sirajul Huda itu.

TGH Abdullah yang juga sebagai Rois Syuriah MWC NU Janapria, beranggapan, secara faktual warga di Kecamatan Janapria mayoritas orang NU, hanya saja belum tergarap secara maksimal. 

"Kami mengharapkan bimbingan dari Masyayikh NU Loteng NU di Janapria agar Warga NU semakin baik kedepannya," harapnya.

Sementara itu, Rois Syuriyah PCNU Lombok Tengah, TGH Ma’rif Makmun Diranse dalam tausiyahnya menyampaikan, ada dua jenis Kader di Nahdlatul Ulama, pertama Kader Nahdlatul Ulama dan kedua Kader Penggerak Nahdlatul Ulama.

“Kalo kader NU ya semua warga NU dimanapun, tapi kader penggerak ini berbeda karena sudah dibekali dengan amunisi untuk turun berjuang menggerakkan NU di bawah," jelasnya. 

Lebih lanjut TGH Ma'rif menyampaikan bahwa kader PKPNU tidak hanya melakukan Amaliah dan Berfiqroh Nahdliyin belaka, melainkan juga melakukan gerakan-gerakan di berbagai lini. Kader PKPNU Menurutnya juga menjadi tulang punggung NU di ranah bawah. 

Sejauh ini, Rois Syuriyah PCNU Lombok Tengah ini, telah mendapatkan berbagai prestasi. Salah satunya dia sudah mendapatkan pelatihan sekitar 1500 orang se-NTB, Serta mampu menghidupkan kembali MWC hingga ranting NU yang selama ini vacum. 

“Seharusnya pelatihan masih terus berjalan, tapi saya terima laporan karena musibah Covid-19, beberapa pelatihan ditunda dulu. Harapan kita nanti ada 1 juta kader PKPNU ini yang akan tersebar di NTB dan bergerak untuk NU menuju 1 Abad,” Ungkapnya. 

Pada kesempatan Silatda kedua ini, Rois Syuriyah PCNU Lombok Tengah menyepakati pembentukan Koordinator Alumni PKPNU se-NTB. Sehingga muncullah nama TGH Muhammad Nur, Pimpinan Ponpes Nurul Ulum Mertak Tombok sebagai koordinator NTB-NTT. 

Koordinator tersebut nantinya yang akan diberikan amanah membangun relasi dengan seluruh kader PKPNU hingga ke Flores NTT (Nusa Tenggara Timur). Di sana juga akan menggencarkan aktivitas dakwah baik secara konvensional ataupun melalui media digital

Menurut pantauan kontributor wartanu.com, Silatda II dihadiri oleh para senior dari berbagai daerah. 

Adapun para senior yang datang pada kesempatan terasebut adalah TGH Habiburrahman Faishal Pimpinan Ponpes Manhalul Ulum, Praya, TGH Mustahab Ponpes Riyadul Ulum Bunut Baok, TGH Sabarudin Ponpes Nurul Qur’an Mertak Tombok, TGH Wildan Arsyad Pimpinan Majelis Ratibul Haddad Balungadang, TGH Asrorul Haq Ponpes Alhasanain Beraim dan TGH Hasyim Rahmatullah Ponpes Riyadul Ulum, Batu Jangkih. 



Kontributor NTB : Ahmad Jumaili

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.