Yuk Ketahui Sunnah Wudlu Menurut Ulama As- Sunnah

Ilustrasi berwudlu (Foto : Tim Kreatif) 
Tentu kita sudah mengetahui apa saja fardhu-nya wudlu. Dan perlu diingat kembali, bahwa fardhu-nya wudlu ada enam, bukan dua. Tidak kurang dan tidak lebih. Untuk pembahasan fardhu-nya wudlu bisa dibaca pada postingan sebelumnya yang berjudul ‘Fardhu dan Cara Wudlu yang Benar’.

Sebelum kita lanjut pada pembahasan sunnah wudlu, apakah anda sudah sudah mengetahui ‘Fardhu dan Cara Wudlu yang Benar’? jika belum, silahkan dibaca terlebih dahulu.

Fardhu dan sunnah tentu berbeda. Fardhu harus dilakukan, sedangkan sunnah bisa dilakukan atau tidak. Sebagaimana definisi hukum sunnah, yaitu:

ما يثاب على فعله ولا يعاقب على تركه

Artinya: “Sesuatu yang apabila dilakukan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa.”

Menurut Syaikh Nawawi al-Banteni—ulama terkemuka asal Indonesia, dalam kitab populernya yang banyak dikaji di pesantren-pesantren, sunnah-nya wudlu itu sangat banyak sekali, diantaranya sebagai berikut:

Membaca Basmalah

Sunnah pertama yang harus dilakukan adalah membaca basmalah. Setidaknya, kalimat yang digunakan adalah bismillah, atau lebih sempurnanya menggunakan kalimat bismillaahirrahmaanirrahiim.

Banyak ulama menganjurkan agar mengawali setiap aktifitas kita dengan basmalah. Maka tentu, wudlu yang menjadi wajib hukumnya ketika hendak melaksanakan shalat juga harus diawali dengan basmalah.

Bersiwak

Setelah membaca basmalah, maka yang sunnah dilakukan selanjutnya adalah bersiwak (menggosok gigi). Dulu, alat yang digunakan dalam bersiwak adalah kayu yang tidak basah dan tidak kering. Namun sekarang, karena perkembangan zaman semakin pesat, maka alat yang digunakan dalam bersiwak adalah pasta gigi.

Manfaat dari bersiwak ini banyak sekali, diantaranya adalah bisa menghilangkan kotoran pada gigi, menghilangkan warna gigi yang menguning dan menghilangkan bau mulut.

Membasuh Kedua Tangan sebelum Dimasukkan ke dalam Wadah

Baca juga :

Membasuh kedua tangan ini dilakukan sebelum berkumur. Hal ini dilakukan untuk memastikan, bahwa tangan yang akan kita gunakan untuk berwudlu sudah dalam keadaan suci sebelum dimasukkan ke dalam wadah penampung air.

Apabila kedua tangan belum dibasuh—belum suci, dan wadah penampung air tidak sampai ukuran dua qullah, maka dimakruhkan untuk memasukkan tangan ke dalam wadah penampung air yang akan digunakan berwudlu.

Berkumur

Sunnah berkumur ini dimaksutkan untuk menghilangkan sisa-sisa makanan yang masih menempel pada gigi. Berkumur ini tentu dengan cara memasukkan air ke dalam mulut kemudian airnya diputar-putar lalu dimuntahkan. Sunnah berkumur ini dilakukan setelah membasuh kedua tangan.

Memasukkan Air ke dalam Hidung

Setelah berkumur, maka sunnah selanjutnya yang harus dilakukan adalah memasukkan air ke dalam hidung. Memasukkan air ke dalam hidung ini tentu dengan cara menyiduk air kemudian ditarik dengan nafas sampai janur hidung. Setelah itu, baru disemprotkan.

Mengusap Seluruh Bagian Kedua Telinga

Ketika mengusap seluruh bagian kedua telinga, maka yang harus dibersihkan adalah bagian dalam maupun luar telinga. Air yang digunakan adalah air yang baru, bukan air bekas seperti air bekas yang masih menempel di rambut atau wajah.

Mendahulukan Anggota yang Kanan

Sunnah wudlu yang harus dilakukan selanjutnya adalah mendahulukan anggota yang kanan daripada yang kiri. Ada anggota wudlu yang harus diawali dengan anggota yang kanan terlebih dahulu, yaitu tangan dan kaki.

Terus-menerus

Ketika berwudlu, salah satu sunnah yang harus dilakukan adalah terus-menerus. Jadi, antara anggota wudlu yang satu dengan lainnya harus secara terus-menerus, tidak terputus-putus. Artinya, jangan sampai terpisah sekian lamanya antara anggota wudlu yang satu dengan lainnya.

Menyela-nyela

Menyela-nyela ini sunnah dilakukan sebelum berwudlu, agar air ketika berwudlu bisa mengalir secara merata pada bagian-bagian yang sulit teraliri air. Menyela-nyela disini ada tiga, yaitu menyela-nyela jenggot yang tebal. Caranya dengan membasahi jari-jari kemudian masukkan ke dalam jenggot dan dimulai dari arah bawah.

Kemudian menyela-nyela jari tangan dan kaki. Caranya dengan membasahi jari kelingking kemudian menyela-nyela bagian jari-jari tangan maupun kaki. Ketika menyela-nyela bagian jari-jari kaki, maka harus dilakukan dari arah bawah. Menyela-nyela ini, keduanya sunnah dimulai dari anggota yang kanan terlebih dahulu.

Mengulanginya Sebanyak Tiga Kali

Membasuh maupun mengusap anggota wudlu ketika berwudlu, sunnah dilakukan atau diulangi sebanyak tiga kali. Tentu kita tahu bahwa Rasulullah Saw senang dengan perkara yang ganjil. Oleh karena itu, membasuh dan mengusap anggota wudlu sunnah diulangi sebanyak tiga kali. Dan, hal itu juga sebagai penyempurna basuhan atau usapan yang pertama.

Membaca Do’a

Sunnah wudlu yang sudah dijelaskan diatas adalah sunnah yang harus dilakukan sebelum maupun dalam keadaan berwudlu. Setelah selesai berwudlu, maka disunnahkan untuk menghadap kiblat lalu mengangkat tangan seraya berdoa. Doa yang dimaksut itu adalah sebagai berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

Mengenai doa selesai berwudlu itu sangat bervariasi, namun yang ada dalam kitab Kasyifatus Saja karyanya Syaikh Nawawi al-Banteni adalah sebagaimana doa diatas.

وأما سنن الوضوء فكثيرة منها التسمية والسواك وغسل اليدين قبل إدخالهما الإناء والمضمضة والإستنشاق ومسح جميع الأذنين والتيامن والموالاة والدلك والتثليث وأن يقول بعده أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن مـحمدا عبده ورسوله.

Artinya: “Adapun sunnah-nya wudlu itu sangat banyak, diantaranya adalah membaca basmalah, bersiwak, membasuh kedua tangan sebelum dimasukkan ke dalam wadah, berkumur, memasukkan air ke dalam hidung, mengusap seluruh bagian kedua telinga, mendahulukan anggota yang kanan, terus-menerus, menyela-nyela, mengulanginya sebanyak tiga kali, dan setelah selesai membaca doa: Asyhadu allaa ilaaha illallaauh wahdahu laa syariika lahu waasyhadu anna muhammadan ‘abduhu warasuluhu.” (Kasyifatus Saja, halaman 19).


Penulis : Muhlas, Santri Ponpes Miftahul Ulum Tumpeng

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.