Safari Gerakan PR PMII Nurut Taqwa, Silaturahim Ke Rois Syuriyah PBNU

Kader PMII jalin silaturrahim Ke Rois Syuriyah PBNU
Mengingat kesadaran pribadi bahwa organisasi kemahasiswaan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) telah resmi ditarik kembali menjadi Banom Nahdlatul Ulama (NU). Hal itu sudah menjadi keputasan final melalui sidang komisi organisasi muktamar NU ke-33 yang berlangsung di Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, kabupaten Jombang.

Tentu kami sebagai Mahasantri PMII perlu tahu betul akan hal itu dan ikut mengetuk tularkan pada semua warga Pergerakan di Indonesia. Bahwa secara landasan historis, PMII berhaluan Ahlusunnah Wal Jamaah dan pasti akan tetap berlandaskan Ke-NU-an. 

Hal ini akan menjadi rujukan besar kita ke depan. Bagaimana terus ada sambungan kepada para Muassis dan Ulama NU. 

Oleh karenanya, saya sampaikan kepada Sahabat Suhaili selaku Mandataris Ketua Rayon PMII Nurut Taqwa, untuk selalu mengawal seluruh kader PMII di Pesantren agar memahami ajaran, nilai dan kesadaran ke-NU-an agar langkah gerakan ke depan nantinya benar-benar diarahkan pada yang lebih baik. 

Seperti contoh, jauh hari sebelumnya kami berencana untuk kuatkan silaturahim, dengan mendatangi para kiai tokoh NU. Dengan niat tabarrukan agar selalu bersambungan dengan ulama NU dan meminta arahan sebagai landasan seperti yang termaktub dalam Nilai Dasar Pergerakan (NDP).

Baca Juga :

Alhamdulillah sekitar jam 8 pagi tiba-tiba saya mendapat telepon dari salah satu guru yang memberikan kabar melalui haddamnya, bahwa kami diminta untuk segera mengadap langsung ke dalemnya. Tentu dengan senang hati segera saya hubungi Suhaili untuk berangkat ke sana. 

Sekitar jam 02:45 WIB kita sampai di tanah kehormatan PP Salafiyah Syafi'iyah Sokerejo, Situbondo. Saya pun bergegas ke masjid dan menunggu adzan Ashar sekalian salat terlebih dahulu. 

Berdiam diri sambil merefleksi diri, tentu kita semua tahu bahwa pesantren ini adalah salah satu tempat tinggalnya pejuang berdirinya Jam'iyah Nahdlatul Ulama' sekaligus pahlawan Nasional Indonesia, yaitu KH As’ad Syamsul Arifin. 

Setiap tanggal 10 November, bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan. Hal tersebut sebagai upaya untuk mengingat dan meneladani kiprah para pahlawan bangsa dan negara. Ada sejumlah pahlawan nasional yang telah mendapatkan pengakuan dari negara sebagai pahlawan nasional. Salah satunya adalah KH As’ad Syamsul Arifin.

Setelah itu kita melanjutkan tujuan, ternyata sesampainya disana karena kebetulan beliau sedang melakukan webinar melalui zoom meeting. Terpaksa meski berapa lamanya kita menunggu sampai sang Guru menyelesaikan amanahnya. 

Tidak lama kemudian, haddamnya memanggil kita untuk segera masuk menemuinya. Syukur alhamdulillah dapat bertemu langsung dengan beliau, KH. Afifuddin Muhajir selaku Rois Syuriyah PBNU. Cukup lama bersama beliau di dalemnya, beliau memberikan arahan dan berbagi kisah pengalaman beliau. 

Perlu kita ketahui, bahwa beliau salah satu tokoh NU saat ini yang menjadi aset besar bagi warga NU. Beliau adalah sosok kiai kharismatik yang berpenampilan sederhana, suaranya lembut dan terkesan hemat bicara. 

Intonasinya yang datar dan pembawaannya tidak mengecoh orang untuk segera memperhatikannya. Namun, ketika beliau tampil sebagai pembicara di forum-forum seminar, audiens secara spontan tidak bisa mengabaikannya. Sangat tampak powerfull-nya, tak perlu diragukan lagi.

Julukan sebagai Kiai Pakar Fiqh sangatlah pantas bagi beliau. Oleh karena itu, beberapa waktu yang lalu, beliau mendapatkan gelar kehormatan sebagai Doktor Honoris Causa dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang. 

Kepakarannya di bidang ushul fiqh tidak sekadar mumpuni secara teoritis, tetapi Kiai Afifuddin Muhajir mahir dan berani mendayagunakan perangkat-perangkat teori ushul fiqh secara praksis dalam mendinamiskan fiqih. Baik itu untuk menjawab problematika keagamaan maupun kebangsaan yang tengah berkembang di masyarakat. 

Sebut saja diantaranya yang paling menyita perhatian publik, yaitu kontribusi beliau dalam merumuskan konsep Islam Nusantara. Selain itu, beliau juga piawai berbicara tentang sistem demokrasi ataupun membincangkan negara Pancasila dari sudut pandang ushul fiqh.

Tentu kita sebagai santrinya selalu mengharap arahan dan bimbingan dari beliau. Semoga kita semua selalu mendapatkan aliran ilmu dan barokah dari beliau. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.


Penulis :  Ahmad Mahfud, Pengurus Cabang Bidang Kaderisasi PMII Bondowoso.

Editor : Muhlas

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.