Pesantren Darul Irsyad Adakan Tasyakur dan Harlah, Begini Pesan Habib Umar bin Husein Assegaf Untuk Para Santri


Habib Umar bin Husein Assegaf saat memberikan ceramah di Pesantren Darul Irsyad untuk para jamaah dan para santri. (Istimewa)

Wartanu.com - Pesantren Darul Irsyad, Puri Bukit Depok,  Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat adakan Tasyakur, Harlah ke IV dan Wisuda ke II.

Acara tersebut mengusung tema 'meraih masa depan cemerlang dengan akhlak mulia dan prestasi gemilang'. Senin, (26/6/2023)

Dalam kesempatan ini, para santri terlihat begitu khusuk dalam lantunan shalawat nabi dengan diiringi rebana oleh tim Hadroh Pesantren.

Acara itu juga dikemas sekaligus dalam rangka pelepasan santri tingkat Madrasah Aliyah.

Baca Juga:

Acara semakin meriah dengan kehadiran da’i kondang tanah Jawa Barat, yakni Habib Umar bin Husein Assegaf.

Pimpinan Pesantren Darul Irsyad, KH Qosim Arsyadani Shomad mengaku sangat bahagia pada peringatan hari jadi ke IV Pesantren yang ia pimpin.

"Alhamdulillah hari ini saya sangat bahagia, dengan Harlah yang ke IV dan sejarahnya adalah yang menentukan tanggal pada hari ini yaitu mandat langsung dari guru saya, dan pada waktu itu peresmian dihadiri oleh Bupati Kabupaten Bogor". ujarnya.

Lebih lanjut, KH Qosim berharap, para santri menjadikan rumah sebagai pondok pesantren dengan tetap mengerjakan secara istikamah berbagai kebiasaan yang dilaksanakan setiap harinya.

Baca Juga:

Disisi lain, Pimpinan Pesantren Atsaqofah An Nahdliyah Majalaya, Bandung, Habib Umar bin Husein Assegaf yang hadir sebagai penceramah menitip berpesan agar selalu mengingat jasa Nabi Muhammad saw.

"Pada zaman Nabi Muhammad, para ulama sampai Wali Songo dalam mendakwahkan, menyampaikan agama Islam, berangkat dari akhlakul karimah. Tutur kata yang baik, pergaulan yang baik, menyikapi perbedaan dengan santun. Itu yang dilakukan oleh para Wali Songo, ulama-ulama kita," kata Habib Umar.

Menurutnya, hal itu senada dengan apa yang termaktub dalam ayat Alquran Surat Al - Hujurat ayat 11.

"Tidak boleh saling mencaci-maki, meremehkan, mencela, memanggil dengan panggilan yang tidak menyenangkan". Tambahnya.

Baca Juga:

Sebab, menurut Habib Umar, kebaikan yang disampaikan dengan cara kekerasan akan merusak citra kebaikan itu sendiri. 

Para Santri dan warga kampung Sasak Panjang harus bisa menjaga akhlak sebagai wasilah memperbanyak amal saleh.

"Dalam berdakwah kita memang harus menggunakan instrumen yang ada sesuai zamannya. Walisongo dulu dakwahnya pelan-pelan lewat budaya dan dengan cara-cara yang santun, sehingga Islam diterima dengan baik di nusantara," tambahnya.

Diwaktu yang sama, Habib Umar juga memotivasi para santri yang diwisuda serta para jamaah yang hadir untuk terus berbuat hal-hal baik. 

Baca Juga:

"Dakwah tidak harus menjadi dai, ustadz atau kiai, tetapi bisa juga menjadi orang yang mengaplikasi kebaikan dimasyarakat dengan Akhlakul Karimah," pungkasnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Pengurus Wilayah Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PW LDNU) Jawa Barat, Habib Umar bin Husein Assegaf. Tokoh masyarakat Citayam Ragajaya, Kiai Hasan Syadzili. Ketua Rijalul Ansor Ragajaya, Ali Ridho. Wakil ketua LTNNU Kabupaten Bogor Abdul Hakim Hasan. Tokoh Agama dan para Ketua RT/RW setempat.


Kontributor: Abdul Hakim Hasan

Editor: Haris

Posting Komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Lebih baru Lebih lama

IKLAN