Rakercab PC Pergunu Bondowoso, KH Abdul Qadir Syam; Sampaikan Nilai Aswaja yang Sesuai Agar Tidak Berbenturan di Lingkungan Masyarakat


Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdhatul Ulama (Pergunu) Bondowoso. (Istimewa)

Wartanu.com - Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdhatul Ulama (Pergunu) Bondowoso laksanakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) dengan semangat Pergunu semakin terdepan.

Acara yang mengusung 'Pimpinan Cabang Pergunu Bondowoso Menuju Kemandirian dalam Peningkatan Kompetensi dan Profesionalisme Guru di Lingkungan Nahdhatul Ulama' itu bertempat di Gedung Graha Paripurna DPRD Bondowoso. Minggu, (16/7/2023).

Ketua PC Pergunu Bondowoso, Slamet Riyadhi menyampaikan bahwa selama kepengurusannya sudah mampu mengantarkan 54 orang mendapatkan beasiswa yang merupakan Program dari Pusat Pergunu.

"Alhamdulillah kami bisa mengantarkan 54 orang Beasiswa S2 yang diselenggarakan oleh Pergunu Pusat dengan di dampingi oleh PW Pergunu," kata Slamet Riyadhi.

Baca Juga:

Tidak hanya itu, Slamet Riyadhi juga mengungkap bahwa hanya dalam waktu dua bulan bersama dengan seluruh pengurusnya membentuk puluhan PAC Pergunu se-Kabupaten Bondowoso

"Selama dua bulan menjabat akhirnya kami membentuk 20 PAC Pergunu se-Kabupaten Bondowoso," tambahnya.

Selain itu, Rakercab yang diselenggarakan oleh PC Pergunu Bondowoso ini juga ingin menghasilkan gagasan yang lebih progresif kedepannya selain beberapa program yang diinisiasi sudah berjalan.

"Pergunu Bondowoso telah membuat toko digital yang bernama toko Bintang Sembilan. Ini adalah representasi kemandirian Pergunu Bondowoso untuk selalu menjadi yang terdepan," ungkapnya.

Baca Juga:

Menurutnya, dalam setiap pertemuan yang dilakukan oleh Pergunu baik ditingkat Anak Cabang maupun Cabang harus mampu melahirkan gagasan dan gerakan.

"Kumpul, Diskusi dan melakukan sebuah gerakan itulah yang dinamakan Organisasi sesungguhnya,"

Diwaktu yang sama, Ketua Tanfidziyah PCNU Bondowoso, KH Abdul Qadir Syam juga memberikan nasehat agar guru-guru Nahdhatul Ulama mampu menyaring nilai-nilai Ahlussunah wal Jamaah agar terhindar dari kesalahpahaman.

"Guru-guru Nahdhatul Ulama yang ada di Pergunu harus mampu menjelaskan dan memilah milah mana aswaja yang sesuai dengan kemasyarakatan sehingga tidak terjadi benturan," ujar KH Abdul Qadir Syam sekaligus Dewan Penasehat PC Pergunu Bondowoso.

Baca Juga:

Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhafir menuturkan bahwa Pergunu punya tanggung jawab menegakkan ajaran Aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah di masing-masing lembaga pendidikannya.

"Pergunu tidak hanya sekedah mengurus pengurusnya, akan tetapi Pergunu harus menjadi ujung tombak tegaknya Aqidah Aswaja An-Nahdliyah di sekolah masing-masing,"

Disisi lain, PW Pergunu Jawa Timur, Abdul Mujib juga mengarahkan agar guru-guru yang tergabung dalam Pergunu ini harus memahami bagaimana arah pendidikan ke depan sehingga bisa melahirkan gagasan yang sesuai dengan perkembangan.

"Pergunu kedepan harus membangun kelembagaan, membangun Pergunu yang maju dan adaptif dan membangun pendidikan tanpa meninggalkan nilai-nilai Nahdhatul Ulama," pungkasnya.

Baca Juga:

Acara tersebut juga dihadiri, Ibrahim (Perwakilan dari Kemenag Bondowoso), KH. Asy'ari Fasya (Ketua MUI Bondowoso), Dr. H. Saihan, Bachtiar Rifa'i (Dewan Pakar PC Pergunu Bondowoso), H. Syamsul Arifin (Ketua PSNU Pagar Nusa Bondowoso), PC Muslimat NU Bondowoso, KKG PAI Bondowoso dan PAC Pergunu se-Kabupaten Bondowoso.


Penulis : Haris

Editor : Andiono

Posting Komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Lebih baru Lebih lama

IKLAN