Maulid Nabi di MWC NU Cermee, Dr KH Mas’ud Ali: Beruntungnya Orang Bermaulid

Dr. KH Mas'ud Ali saat mengisi Ceramah Pada Acara Maulid Nabi di Gedung MWC NU Cermee. Sabtu malam (14/11) 

Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso Dr KH Mas’ud Ali mengucapkan banyak terima kasih kepada MWC NU Cermee yang tetap menjaga cita-cita muassis (pendiri) NU pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung MWC NU Cerme, Sabtu (14/11) malam.

Hal itu disampaikannya lantaran MWC NU Cermee sejak dulu hingga sekarang tetap aktif menjaga dan mengawal aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, serta aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan yang telah diajarkan oleh kiai-kiai kita di pesantren.

Selain itu, MWC NU Cermee juga kerapkali mendapatkan penghargaan bergensi dari Pengurus Wilayah (PW) NU Jawa Timur dalam lomba-lomba antar Pengurus Cabang dan Majelis Wakil Cabang NU se-Jawa Timur. 

Suasana Maulid Nabi di Gedung MWC NU Cermee. 
Dalam pelaksaan Maulid Nabi ini, Kiai Mas’ud yang diundang sebagai penceramah juga menerangkan tentang beruntungnya orang yang bermaulid. Menurutnya, Nahdliyin harus tetap meyakini bahwa hingga kiamat nanti Rasulullah SAW akan tetap mengajarkan ilmu dan hikmah.

"Banyak keterangan dari salafunas shaleh yang didatangi Rasulullah SAW dalam mimpinya karena kuatnya cinta mereka kepada Rasulullah SAW, sehingga Rasulullah SAW hadir dan memberikan ilmu serta mendidik kepada yang mencintainya. Orang yang tidak suka bermaulid tidak akan mendapatkan bimbingan dari Rasulullah SAW,” tuturnya.

Meski tidak seramai tahun-tahun sebelumnya, Maulid Nabi tetap berjalan penuh khidmat dan semarak. Terlihat beragam menu dan model ancakan berbeda menghiasi perayaan hari lahir Baginda Nabi Muhammad saw.

Ketua Tanfidziyah MWC NU Cermee H Faidul Mannan mengatakan tidak banyak yang diundang menghadiri Maulid Nabi. Ini dalam rangka mematuhi protokol kesehatan. Sehingga hanya jajaran MWC NU Cermee, lembaga dan banom di MWC, termasuk Klinik Pratama, BMT NU serta perwakilan Ranting NU.

"Ini sebagai bentuk ketaatan kita terhadap keputusan pemerintah tentang protokol kesehatan Covid-19, sehingga yang diundang hanya perwakilan masing-masing lembaga saja tanpa melibatkan masyarakat luas,” pungkasnya. 


Kontributor : Muzaqi

Editor : Hendra

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.