Diklatsar I Banser PAC GP Ansor Arjasa, Situbondo; Jelaskan Arti Logo NU, Ketua PAC GP Ansor Prajekan Bondowoso Dapat Hadiah SIM Gratis dari Kasatreskrim Situbondo

Peserta Diklatsar Banser PAC GP Ansor Arjasa Situbondo
Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) I Barisan Ansor Serbaguna (Banser NU) yang diadakan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Arjasa, Situbondo, Jawa Timur, sejak 6 - 8 November lalu, terasa istimewa bagi Luluk Haryadi. Ketua PAC Ansor Prajekan, Bondowoso ini menjadi salah satu peserta yang beruntung lantaran mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) gratis dari Polres Situbondo.

Ya, itu karena dalam Diklatsar yang diadakan PAC GP Ansor Arjasa kala itu, Kasatreskrim Polres Situbondo yang hadir dengan materi Kepemimpinan (Leadership), memberikan dua kuis atau pertanyaan kepada peserta.

“Siapa yang bisa menjelaskan arti dari Lambang NU?” tanya Kasatreskrim kepada peserta.

Sontak, pertanyaan pertama yang dilontarkan Kasatreskrim membuat 110 peserta yang mengikuti Diklatsar berebut menjawab. Beruntung, satu peserta yang unjuk diri bisa memberikan jawaban dengan cepat dan tepat. Dia adalah Luluk Haryadi, Ketua PAC GP Ansor Prajekan, Bondowoso.

“Alhamdulillah, ini barokahnya NU. Sehingga saya bisa menjawab pertanyaan Kasatreskrim tentang arti Lambang NU. Sedangkan pertanyaan kedua yang diperuntukkan untuk sahabati (peserta perempuan) diperoleh Sahabati Ufan, peserta dari Kendit,” ungkap Luluk, senang.

Luluk Hariyadi, Ketua PAC GP Ansor Prajekan Bondowoso
Saat itu, Luluk menguraikan secara gamblang bahwa lambang NU itu terdiri dari beberapa simbol.

Pertama, Bola Dunia yang bermakna tempat manusia berasal dan tinggal.

Kedua, Tali sebagai lambang ukhuwah atau persaudaraan.

Ketiga, Peta Indonesia yang melambangkan NU didirikan dan berjuang di Indonesia.

Keempat, dua simpul ikatan melambangkan hubungan vertikal dengan Allah dan hubungan horizontal dengan sesama umat manusia.

Kelima, Untaian tampar tambang yang berjumlah 99 melambangkan Asmaul Husna.

Keenam, Lima bintang di atas bola dunia melambangkan Rasulullah SAW bersama sahabat Khulafaur Rasyidin.

Ketujuh, Empat bintang di bawah bola dunia melambangkan empat imam mazhab Ahlussunah wal Jamaah.

Kedelapan, Jumlah Sembilan bintang bermakna Wali Songo.

Kesembilan, Tulisan Nahdlatul Ulama menunjukkan nama organisasi tersebut.

Kesepuluh, Warna hijau sebagai lambang kesuburan.

Kesebelas, Tulisan berwarna putih sebagai lambang kesucian.

Mendengar uraian secara tepat dan tepat dari Luluk, membuat semua peserta bertepuk tangan. Demikian pula dengan pemberi kuis yang tak lain adalah Kasareskrim. Aplaus panjang kala itu terdengar membahana.

Diklatsar yang dirancang untuk memperkenalkan Banser kepada anggota atau personil serta untuk membentuk sikap dasar dalam bidang bela Negara ini terlaksana dengan lancar. Dari total 110 peserta, hanya 4 peserta yang gugur lantaran atau tidak lolos karena dianggab belum layak menjadi Banser serta mendapat sanksi kedisiplinan. (*)


Kontributor : Luluk Hariyadi

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.