Akibat Tidak Disiplin Waktu

Ilustrasi, Kedisiplinan akan mencerminkan profesionalitas seseorang (Foto : Tim Kreatif) 


"Nada alarm berdering keras menyebabkan bising dalam pendengaran Ali, sehingga ia harus bangun dari tidurnya. Sementara kedua bola matanya masih tak mau untuk dibuka, sebab rasa kantuk yang tak kunjung hilang. Namun, ia harus tetap membuka kedua matanya. 

"Astagfirullah." Ali seketika kaget melihat sinar matahari telah memancarkan sinarnya, yang begitu terang ke dalam kamarnya. Lalu dia menengok pada arah jarum jam. Ternyata jarum jam tersebut sudah mengarah pada angka delapan pagi. 

Bergegaslah Ali ke kamar mandi, tanpa banyak pikir lalu bersiap dengan merapikan dirinya untuk segera berangkat ke kantor. Ketika sampai di halaman kantor, semua sudah melakukan aktivitas seperti biasanya. 

Ali pun beranjak masuk ke dalam ruangannya ternyata semua sudah standby hanya dirinya yang baru datang, hampir jam istirahat. 

"Assalamu'alaikum, Pak, apakah, saya masih boleh masuk?" tanya kepada pimpinan yang memang sudah standby dari sejak pagi tadi. 

"Waalaikumsalam, Ali, iya silahkan masuk. Namun, untuk hari ini gaji kamu saya potong."

"Tapi mengapa begitu, pak? Kan, saya baru kali ini hadir telat, pak."

"Iya, Li, saya memahami itu. Namun, saya sebagai pimpinan di perusahaan ini harus bertindak adil dan tidak memihak kepada siapapun. Jadi, siapapun yang melanggar maka dia harus siap menerima konsekuensinya. Sebagai pekerja keras pula, pastinya harus menjadi seorang yang profesional. Bukan begitu Ali? Walau ketelatan kamu baru kali ini saja, tetapi itu tetap menjadi pertimbangan terhadap perusahaan kita ke belakang. Jadi, saya mohon sesuai dengan konsekuensi yang harus kamu terima. Namun, kamu tetap bekerja di perusahaan ini dan bekerja kembali seperti biasanya," jelas pimpinan dengan tegasnya. 

Wajah Ali sangat pucat, hingga membuat rasa semangat dalam dirinya hilang seketika itu juga. Akhirnya, ia kembali ke meja kerjanya. 

"Hei Ali, ada apa dengan kamu hari ini? Tidak biasanya kamu datang telat hingga sesiang ini?" tanya Dinda teman sekantor Ali. 

Baca juga : 

"Iya, Din. Saya bangun kesiangan. Habis, tadi malam begadang hingga larut sekali. Nonton sepak bola dunia, hingga lupa melihat arah jarum jam. Ini memang murni salahku kok, Din. Hingga membuat gajiku untuk bulan ini, terpotong," jelas Ali dengan wajah cemberut. 

"Hmmm…… Iya Iya, Li. Saya mengerti apa yang kamu jelaskan. Terkadang hobi yang sangat kita sukai, membuat terlarut hingga lupa akan aktivitas kita selanjutnya. Maka dari itu, jadikan ini pembelajaran buat diri kamu bagaimana kamu bisa membedakan mana yang harus di prioritaskan. Tentunya, dengan pribadi yang profesional. Didiklah dirimu menjadi pribadi yang disiplin, agar pekerjaanmu berjalan dengan lancar sesuai dengan koridornya. Tidak seperti hari ini lagi, ya. Tetap semangat dong," ucap Dinda sambil memberikan nasihat dan semangat kepada Ali. 

"Iya, Din. Terima kasih banyak ya, atas nasihat, semangat dan motivasinya. Untuk ke depan akan saya usahakan bagaimana dalam mengatur waktu, dan mengelola aktivitas dalam keseharian," seru Ali. 

"OH, iya Dinda, bagaimana cara melatih diri, agar kedisiplinan terbentuk dalam diri seseorang disetiap melakukan aktivitas?" tanya Ali. 

"Gini Li, disiplin itu wajib tertanam dalam pribadi seseorang. Bahkan, sudah menjadi keharusan kita sebagai pekerja yang profesional. Karena pastinya yang dilihat oleh pemilik perusahaan, tiada lain adalah kedisiplinannya. Maka ketika sudah terbentuk kedisiplinan tersebut, bahkan bisa menjadi karakter dalam dirimu, percayalah perusahaan manapun akan senang hati untuk menerima kamu. Pastinya dalam setiap aktivitas yang kamu kerjakan, akan terasa menyenangkan dan mengandung makna yang dalam. Tidak hanya sekedar bekerja, akan tetapi kita juga akan merasakan kenikmatan dari pekerjaan tersebut, yang sulit akan mudah, yang lama akan terasa sebentar, sedihpun akan tetap merasakan bahagia. Akan tetapi ada satu lagi, yang harus kau pegang. Tetap semangat, dalam setiap keadaan!!!" jelas Dinda sejelas-jelasnya. 

"Subhanallah, sekali lagi terima kasih banyak ya, Din. Kau sudah menanamkan benih-benih semangat lagi dalam diriku. Sebab, tadi semangat itu hampir pudar dalam pundak ini," ucap Ali. 

"Ya sudah, ayo. Lanjutkan pekerjaan hari ini, Din. Selamat bekerja ya," lanjutnya. 

"Oke, Li, siap Komandan," jawab Dinda. 


Penulis : Maulana Haris, sastrawan Bondowoso

Editor : Gufron


Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.