MWC NU Ijen Gelar Konferensi Demi Meningkatkan Kapasitas Pengurus dan Kader

Suasana konferensi MWC NU Ijen
Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Ijen mengadakan Konferensi 5 tahunan di Musalla Nurus Sholihin, Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso (06/03). 

Acara tersebut digelar demi terbentuknya pengurus serta kader NU se-Kecamatan Ijen agar lebih militansi dalam mengawal akidah Ahlussunnah wal Jamaah kedepannya.

Terlihat beberapa Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso dan tokoh masyarakat setempat yang hadir dalam acara tersebut. Termasuk Rois Syuriah PCNU Bondowoso, KH. Asy'ari Fasya. KH. Abdul Qodir Syam, Ketua Tanfidziah, KH. Mas'ud Ali dan beberapa tokoh NU lainnya. 

Baca juga : 

Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Bondowoso, KH Mas'ud Ali menyampaikan, NU sebagai organisasi kemasyarakatan-keislaman didirikan untuk menjaga akidah masyarakat. 

KH. Mas'ud Ali saat memberi sambutan pada acara Konferensi MWC NU Kecamatan Ijen
Mengingat hari ini, kata KH. Mas'ud, gerakan-gerakan islam radikal mulai menyebarkan ideologinya melalui masyarakat pinggiran dan desa-desa. Maka dari itu, Pengurus NU di tingkat desa harus benar-benar mengayomi terhadap masyarakat. 

"Banyak paham radikal yang mulai masuk kedesa-desa, Pengurus Ranting NU harus memberi pemahaman tentang akidah Ahlussunah wal Jama'ah," kata KH. Mas'ud saat memberi sambutan. 

KH. Mas'ud juga mengingatkan bahwa keberadaan NU harus bisa mengangkat perekonomian masyarakat setempat, karena rendahnya ekonomi masyarakat menjadi sasaran strategis bagi kelompok-kelompok di luar NU untuk menyebarkan akidahnya. 

"Harus mandiri secara ekonomi. Ketika masyarakat sudah mandiri secara ekonomi, maka kelompok lain akan sulit untuk menyebarkan ideologinya," paparnya. 

Lebih lanjut, KH Mas'ud menyampaikan, di era digital ini peran pengurus NU di berbagai tingkatan harus semakin terlihat. Misalnya seperti memberi pemahaman kepada warga Nahdliyyin dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM). 

"Beri pemahaman kepada para orang tua, apalagi zaman sekarang banyak anak-anak yang sudah main smartphone, sampai lupa waktu. Nah, ini tugas NU untuk mengatasinya," jelas KH Mas'ud. 

Sementara itu Kepala Desa Kalianyar, Rosi, sangat mendukung terhadap keberadaan dan keaktifan MWC NU Kecamatan Ijen. 

Dirinya, sebagai kepala desa menyampaikan harus totalitas berkhidmat di NU sebagai penerus perjuangan para muassis

"Jangan ragu-ragu di NU, yakinlah dengan aktif dan ikut berjuang di NU akan dikumpulkan dengan beliau-beliau (Muassis) kelak di akhirat," pungkasnya. 

Pantauan wartanu.com, Konferensi MWC NU kecamatan Ijen menyepakati H. Hasan sebagai Ro'is Syuriah dan Sucipto terpilih sebagai Ketua Tanfidziyah MWC NU masa Khidmat 2021/2025.(*)


Penulis : Muhlas

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.