Masuk dalam Asyhurul Haram, Ini Keutamaan Bulan Rajab Selain Dilarang Untuk Melakukan Peperangan

Ilustrasi keutamaan bulan Rajab. 

Wartanu.com - Memasuki bulan Rajab 1445 H, umat muslim sangat dianjurkan untuk melakukan amal ibadah serta berbuat baik antar sesama. Hal ini dikarenakan bulan Rajab merupakan satu dari empat bulan-bulan haram (Asyhurul Haram) bersama dengan bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharam.

Landasan dari penyematan nama Asyhurul Haram kepada empat bulan tersebut disebabkan pada bulan-bulan itu umat Islam diharamkan untuk melakukan peperangan kecuali bertahan dari serangan musuh.

Tidak hanya itu, Allah Swt. sendiri memuliakan akan bulan-bulan tersebut. Hal ini sebagaimana didasari pada firman Allah Swt. di dalam Al-Quran:

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثۡنَا عَشَرَ شَهۡرٗا فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوۡمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ مِنۡهَآ أَرۡبَعَةٌ حُرُمٞۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلۡقَيِّمُۚ فَلَا تَظۡلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمۡۚ وَقَٰتِلُواْ ٱلۡمُشۡرِكِينَ كَآفَّةٗ كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمۡ كَآفَّةٗۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلۡمُتَّقِينَ [التوبة: 36]

Artinya: Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah Swt. adalah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan di dalam ketetapan Allah pada waktu Ia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang haram. Itulah ketetapan agama yang lurus, janganlah kalian berbuat dzalim akan diri-diri kalian di dalam 4 bulan tersebut. Dan perangilah orang-orang musyrik kesemuanya sebagaiama mereka memerangi kalian kesemuanya. Dan ketehuilah bahwa Allah Swt. bersama dengan orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah: ayat 36).

Baca Juga : 

Sebagaimana ayat diatas betapa Allah Swt. memuliakan empat bulan tersebut di antara 12 bulan yang lain dengan istilah “Hurum”, dengan mengharamkan kaum muslim agar tidak berbuat dzalim bahkan melakukan sebuah peperangan.

Keistimewaan lainnya di bulan Rajab Nabi Muhammad Saw. senantiasa berdoa kepada Allah Swt agar dilimpahkan keberkahan. Seperti yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik RA:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبُ قَالَ: اللَّهُمَّ ‌بَارِكْ ‌لَنَا ‌فِي ‌رَجَبَ وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Artinya: Dari Sahabat Anas bin Malik RA, Rasulullah Saw. apabila memasuki bulan Rajab, maka Rasul berdoa “Ya Allah, berkahilah bagi kami di dalam bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan. (Abu Bakar Abdullah al Baghdad/ Abi Dunya, Fadhailul Ramadhan lil Abi Dunya, Halaman 24).

Dimaktubkan pula oleh Syaikh Abi Layis Ibrahim as-Samarqandi di dalam kitab Tanbihul Ghofilin mengenai kemuliaan yang Allah sematkan secara khusus di dalam bulan Rajab. Riwayat beliu dikutib dalam kitab Tanbihul Ghofilin:

Baca Juga :

‌شهر ‌رجب وهو شهر الله الأصم، وإنما جعله كرامة لهذه الأمة وفضله على سائر الشهور، كفضل هذه الأمة على سائر الأمم.

Artinya: Bulan Rajab adalah Bulan Allah Swt yang “Asham”. sesungguhnya Allah Swt. menjadikan bulan Rajab akan kemulian kepada umat ini, dan Allah mengutamakan terhadap Rajab atas seluruh bulan, sebagaimana Allah mengutamakan umat ini atas seluruh umat yang lain. (Abu Layis, Ibrahim as-Samarqandi Tambihul Ghofilin, hal: 333).

Sudah jelas Allah menjadikan dan mengunggulkan bulan Rajab dengan berbagai kemuliaan di dalamnya. Dan Allah sendiri yang memberikan keutamaan lebih atas bulan Rajab melebihi di atas bulan-bulan hijriah yang lain sehingga disematkan julukan “Al Asham”. Lalu yang dimaksud dengan Al Ahsom tersebut?

قال أبو عبيد: يعني رجبا لأن الله تعالى يصب فيه الرحمة صبا، وسمي أصم لأن الله تعالى حرم فيه القتال، فلا يسمع فيه سفك دم، ولا حركة سلاح
Artinya: Abu Ubaid berkata atas bulan Rajab, karena Allah Swt. menuangkan di dalam bulan tersebut akan rahmatnya. Rajab diberinama dengan “Ashom” karena Allah mengharamkan di dalamnya terjadi peperangan, sertda tidak didengar di dalamnya pertumpahan darah dan lentingan senjata perang. (Abu Hasan al Mawardi, Al Hawi Kabir, Juz: 3 , hal: 484).

Baca Juga :
Makna “Asham” dari Abu Ubaid adalah nama yang diberikan Allah Swt. kepada bulan Rajab, karena pada bulan ini untuk terjadinya peperangan sebagaimana pada ayat di atas. Sehingga umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai amal baik, khususnya berbagai ibadah, terlebih melaksanakan puasa sunnah pada hari awal di bulan Rajab.

Lalu bagaimana keutamaan yang akan didapatkan bagi yang berpuasa sunnah di awal bulan Rajab sangat dianjurkan, mengapa? Hal ini didasari oleh riwayat hadis Ikrimah:

وروى عكرمة عن ابن عباس أن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  قال  ‌صيام ‌أول ‌يوم ‌من ‌رجب ‌كفارة ‌ثلاث سنين وصيام اليوم الثاني كفارة سنتين وصيام اليوم الثالث كفارة سنة ثم كل يوم كفارة شهر

Artinya: Ikrimah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Rasulullah Saw. bersabda: “Puasa di awal bulan Raja adalah kafarat (penebus dosa) 3 tahun, puasa di hari kedua adalah kafarat 2 tahun dan puasa hari ketiga adalah kafarat 1 tahun, kemudian setiap hari (di bulan Rajab) adalah kafarat satu bulan. (Abu Hasan al Mawardi, Al Hawi Kabir, Juz: 3 , hal: 484).

Baca Juga :
Di dalam riwayat yang dari Syaikh Abdul Qadir Aj-Jailani

عن علي بن أبي طالب -رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن ‌شهر ‌رجب شهر عظيم من ‌صام منه يومًا كتب الله تعالى له صوم ألف سنة، ومن ‌صام منه يومين كتب الله له صوم ألفي سنة، ومن ‌صام منه ثلاثة أيام كتب الله تعالى له صوم ثلاثة آلاف سنة، ومن ‌صام منه سبعة أيام أغلقت عنه سبعة أبواب جهنم، ومن ‌صام منه خمسة عشر يومًا بدلت سيئاته حسنات، ونادى مناد من السماء: قد غفر لك، فاستأنف العمل، ومن زاد زاده الله تعالى.

Artinya: Dari Ali bin Abi Thalid RA, beliau berkata: Rasulullah Saw. bersabda, “Sesunguhnya bulan Rajab adalah bulan yang agung, barang siapa yang berpuasa satu hari bulan Rajab maka Allah Swt. menuliskan baginya pahala puasa seribu tahun, barang siapa yang berpuasa dua hari maka Allah Swt. menuliskan baginya pahala dua ribu tahun, barang siapa yang berpuasa tiga hari maka Allah Swt. menuliskan baginya pahala tiga ribu tahun, barang siapa yang berpuasa selama tujuh hari maka dikunci baginya tujuh pintu neraka jahannam, barang siapa yang berpuasa selama lima belas hari maka setiap keburukanya diganti dengan kebaikan. Penduduk langit akan memanggil (mengatakan): sungguh Allah mengampuni kamu, maka mulailah untuk berbuat amal (kebaikan), barang siapa yang menambahkan maka Allah Swt. menambahkan pula baginya”. (Syaikh Abdul Qadir Aj-Jailni, Al Ghoniyah li Tholibil Haqqi, Juz: 1 (hal: 322). K: 

Kontributor : Wildan Miftahussurur

Editor : Haris  

Diberdayakan oleh Blogger.