Nyai Hj Sibriah, Ketua PAC Muslimat NU Kota yang Penuh Semangat

Nyai Hj Sibriah, ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Kota, Bondowoso. Walau usianya sudah lanjut semangatnya tak pernah susut. 
Tidak mudah menemukan figur seperti Nyai Hj Sibriah. Di usia yang tak muda lagi, kira-kira 73 tahun umurnya, namun semangat juang untuk menyemangati generasi muda tak pernah padam dalam sanubarinya.

Nyai Hj Sibriah adalah Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Kota, Bondowoso. Sosok yang penuh semangat dalam mensyi'arkan kebaikan ini menjadi panutan generasi penerus Muslimat NU di Bondowoso

Nyai Sibriah seakan tak mengenal hujan ataupun panas. Jika atas nama Muslimat NU, semua bentuk pengabdian akan dijalaninya. 

Hal itu dapat terlihat dari sambutan dirinya pada acara Maulid Nabi yang diadakan oleh PAC Mulimat NU Bondowoso yang ditempatkan di kediamannya beberapa waktu lalu. 

Dalam sambutannya, Nyai Hj Sibriah menyampaikan bahwa sebagai Muslimat NU haruslah senantiasa bersemangat untuk menghadiri pengajian-pengajian, bahkan acara Maulidur Rasul. 

Dirinya menilai, keikutsertaan dalam memeriahkan Maulid Nabi adalah salah satu cara mengekspresikan rasa cintanya kepada Nabi Agung Muhammad SAW. 

Nyai Hj Sibriah selain bersemangat dalam mensyi'arkan kebaikan, juga dinilai sebagai sosok yang sangat tekun dalam menuntut ilmu. Kegigihannya menuntut Ilmu membawa dirinya untuk selalu bermurah hati. Tangannya ringan untuk selalu memberi. 

Kemurahan hati untuk selalu memberi itu berbuah kelancaran rejeki dalam kehidupannya. Tutur kata yang disampaikan pada acara maulid Nabi itu mengkisahkan bahwa hanya dengan bermodalkan ikhlas dan cinta kepada Rasul yang membuat dirinya berkecukupan. 

"Karena cinta kepada Rasul dan melaksanakan Maulid Nabi, Allah akan memudahkan kita untuk mendapatkan rezeki," jelasnya memotivasi seluruh Muslimat NU saat menyantuni 100 anak yatim.

Giat Bermaulid sambil menyantuni anak yatim tersebut mendapat apresiasi dari Ketua PC Muslimat NU Bondowoso, Nyai Hj Mustakmilah. Menurutnya, bermaulid sambil memberi santunan kepada anak yatim adalah satu-satunya yang diadakan oleh PAC Muslimat NU Kota.

Hj Mustakmilah juga memberikan pemahaman mengenai sifat Nabi Muhammad SAW ketika bersikap kepada anak yatim. Tak lupa, beliau juga mengingatkan Muslimat NU untuk tidak pernah meninggalkan shalat. 

"Kita harus senantiasa meningkatkan ketaqwaan dan berupaya sebisa mungkin untuk berbuat baik, sebagai bekal akhirat," pungkasnya. (*) 


Penulis : Retna Nareswari Azzahra

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.