Aktivis For Ramadhan

Ilustrasi For wartanu.com
Ramadhan telah tiba walau pandemi masih tetap melanda di dunia ini. Akan tetapi, ghiroh untuk berpuasa dan gembira menyambutnya tidak pernah pudar dari setiap insan, khususnya orang muslim. Menyambut dengan berbagai cara yang berbeda, ada dengan selametan di musalla-musalla. Kemudian, ada yang dengan makan bersama sembari arebbe dan lain sebagainya. Itulah desa, disetiap sudut pasti berbeda antara desa A dan B sesuai dengan kebiasaan yang sedari luhur telah dilakukan.

Akhirnya pemuda di Desa Dawuhan Batu RT 04 RW 02 pun berencana menyambut ramadhan dengan berkumpul bersama di momen yang langka penuh nostalgia. Maka, dengan keinginan demikian terbentuklah sebuah WA Group yang diberi nama Aktivis For Ramadhan. Yahh.. Begitulah namanya.

Tentu WA Group tersebut memiliki tujuan yang memang sudah dicanangkan oleh pemuda desa Dawuhan Batu. Salah satunya adalah untuk bagaimana pemuda desa juga bisa berperan aktif di dalam dunia masyarakat. Tidak hanya sekedar menjadi penonton dikala ada kegiatan yang berkelanjutan. Maka, harapan besar tertanam dalam diri mereka. Bersantai-santai bukan lagi saatnya, bermain-main dengan waktu bukan lagi waktunya dan menyia-nyiakan kesempatan yang ada bukan lagi tugasnya.

Mereka merupakan kader millnial yang harus memiliki jiwa militan, jiwa kepemimpinan, jiwa kemasyarakatan dan jiwa bersosial. Karena sejatinya hidup tanpa beradaptasi dengan sekitar hanya akan hampa tanpa orang sekitar.

“Cak, Kamu saya masukkan grup pemuda sini ya?” tanyanya fulan dengan sapaan akrabnya.

“Boleh dik, asal tidak ada yang keberatan memasukkan saya di dalam grup tersebut,” jawabnya Andi.

“Tidak cak, kan ini hanya grup segerombolan kita yang memang sudah akrab,” balasnya

“O iy baik, ngireng saenah ampon,” lanjutnya

Ketika Andi sudah bergabung ke dalam grup tersebut, terdapat sebuah pesan tertulis melalui deskripsi grup. Isinya ‘wajib taraweh, tadarus, dan sholat 5 waktu jangan sampai ditinggal. Serta, makan dan tidur serta main game jangan sampai ditinggal’. 

Baca Juga : 

Andi pun kaget melihat kalimat yang tertuang di dalam deskripsi tersebut. mereka yang doyan main game masih memikirkan untuk bagaimana ibadah dalam bulan ramadhan tetap terlaksana dan menjadi prioritas. Maka, dengan demikianlah Andi pun berpesan kepada sahabat-sahabat karibnya yang juga tergabung didalam tersebut untuk terus menunjukkan bahwa kalimat itu tidak hanya sekedar kalimat saja akan tetapi ada bukti bahwa dilaksanakan dan dilakukan.

Omong kosong tidak pernah ingin mendekap dalam diri pemuda tersebut, akan tetapi loyalitas yang ditunjukkan oleh mereka sungguh luar biasa. Game memang pernah yang terdepan, akan tetapi kepentingan untuk berpuasa dengan segala bentuk ibadah pada bulan ramadhan ini menjadi garda terdepan untuk diutamakan.

Akan tetapi, dikarenakan adat yang memang dari leluhur di sebuah musalla yang menjadi tujuan pemuda desa tersebut untuk menuntaskan bentuk ibadahnya masih melakukan kegiatan tadarus habis isya di malam kedua. Akhirnya, mereka mengajak Andi yang memang pemuda paling tua kedua dalam grup tersebut.

“Cak Andi Mau Kemana?” tanya Deni, ketika Andi baru turun dari musalla usai melaksanakan sholat tarawih.

“Saya mau ke alun-alun, ada kepentingan sebentar,” jawabnya

“Nah, kan tadarus masih besok malam. Kami ikut bergabung boleh?” sembari tersenyum

“Iya cak, sekalian ada hal penting yang harus disampaikan kepada samean.”

“Boleh boleh, saya mau ganti baju dulu. Habis itu kita berangkat. Silahkan yang mau ikut, segera bersiap-siap. Agar tidak terlalu malam,” timpalnya

“Siap cak,” Jawabnya serentak.

Berangkat bersama dengan 6 kepala, maka pulangnya pun harus demikian pula. Sehabis sampai dilokasi yang dituju, mereka duduk melingkar dengan meja di tengah sebagai tempat kopi, dan minuman lainnya.

Sangat rugi jika kesempatan tersebut tidak dioptimalkan sebaik mungkin. Mengisi ruang dengan berbagai bentuk diskusi ringan sebagai bekal masa depan dan bekal hidup di masyarakat khususnya.

“Cak, sekarang teman teman ini bingung. Khususnya saya dan deni. Berbeda dengan Edo dan Idam Khaliq yang masih sekolah dan baru masuk SMA. Sedangkan saya, setahun lagi sudah harus berfikir panjang. Bekerja atau kuliah dan lain sebagainya," Kata si Fulan kepada Andi yang menjadi sesepuh dalam lingkaran tersebut.

“Iya, Apalagi saya orangnya bodoh, secara ekonomi kurang mampu. Bingung setelah lulus mau kemana,” ujar Deni.

“cong, deg. Semua sudah ada yang mengatur. Hanya saja semua harus dengan usaha yang keras dan panjang. Jangan pernah berfikir dengan pikiran yang primitif. Masa depan kalian masih panjang, kalau bisa dan harus di usahakan. Kalian harus bisa mencari beasiswa untuk mengurangi beban orang tua serta menyongsong hidup kalian yang lebih baik. kalian masih muda, pemuda yang baik dan tidak sombong. Maka, saya sangat khawatir jika kalian berfikir demikian. Orang bodoh bukan penentu dirinya hanya hidup begitu saja seterusnya, begitu pula sebaliknya banyak orang kaya yang tidak sukses karena tidak ada keinginan terbesar dalam dirinya,” jelas Andi

“Lalu apa yang harus kita lakukan, kedepan nantinya?” tanyanya kembali.

“Kalian harus membangun jejaring dengan seluas-luasnya. Sekarang banyak beasiswa bisa kalian ambil. Jangan berpatokan kalian bodoh, sekolah saja sudah malas. Apalagi kuliah, buang paradigma demikian. Saya yakin dan saya optimis. Kalau kalian ada kemauan besar, maka Allah Swt akan memberikan kemudahan di setiap jalan. Sekarang ada PTKIN, ada UTBK dan lain sebagainya. Silahkan masuk kesana, pilih kampus yang kalian dambakan dan jurusan yang kalian suka. Maka, saya yakin orang tua kalian akan bangga melihatnya,” Tegas, jelas, padat Andi menyampaikan.

“Iya cak, terima kasih. Ini sangat bermanfaat. Lalu, apakah menjadi mahasiwa itu akan bisa membuat kita berubah, tidak malas lagi dan sebagainya. Apalagi kita tidak tau apa-apa sama sekali?” tanya Fulan penasaran

“Menjadi mahasiswa seiring berjalannya waktu. Kau akan mengalami yang namanya pemahaman dalam hidup. Pikiranmu akan terus diolah untuk berfikir cemerlang. Maka, jangan heran banyak orang bodoh dan tidak punya uang untuk biaya pendidikan. akan tetapi, tekad dan niat terus menggelut. Akhirnya, Allah Angkat derajatnya menjadi orang yang sukses. Semangat, kalian pasti bisa,” ucap Andi memotivasi

Malam pertama di Bulan Ramadhan  penuh kebermanfaatan yang luar biasa. Semoga barokah dan kemanfaatan senantiasa mengalir kepada pemuda desa yang sudah berfikir terhadap masa depannya. Agar tetap cerah dan tidak mengecewakan kedua orang tua.

Warung lesehan menjadi tempat dimana mereka saling bertukar fikiran dan saling memberi solusi terhadap persoalan yang ada. Maka, ini sesuai dengan apa yang dikatkan oleh Pramoedya Ananta Tour dalam Novelnya yang berjudul Bumi Manusia ‘setiap orang itu harus punya sahabat. Persahabatan tanpa pamrih. Karena tanpa sahabat hidup akan terasa hampa.’

Maka, aktivis for ramadhan yang menjadi sebutan nama untuk mudah dikenal tentu dibuktikan dengan bukti nyata dan realita. Ramadhan penuh berkah. 


Penulis : Maulana Haris, Mahasiswa STAI At - Taqwa

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.