Kultum Ramadan 12, Tidak Makan dan Minum, Apa Bisa Menambah Ketaqwaan?

Flayer Kultum Ramadan dengan Narasumber Ust. Dr. Suheri, M.Pd.I

Bulan puasa ini merupakan bulan rahmat, penuh maghfirah. Tentu bulan yang agung dan disucikan oleh Allah SWT. Puasa sebagaimana disampaikan oleh para ulama, Para muballigh, para Kyai, para asatidz dengan mengutip firman Allah bahwa tujuan puasa adalah untuk membentuk pribadi seseorang menjadi pribadi yang bertakwa kepada Allah SWT. 

sebagaimana difirmankan oleh Allah swt dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183. 

Namun yang perlu direnungkan bersama bahwa pekerjaan berpuasa hanya sekilas menahan untuk tidak makan, tidak minum dan tidak merokok serta hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa. 

Apabila ini sungguh menjadi renungan, Bagaimana mungkin hanya dengan tidak minum, tidak makan, tidak merokok, dan menjauhi hal-hal yang bisa membatalkan puasa bisa bertambah ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT?. 

Baca Juga : 

Namun kalau dipikir lebih dalam, bukan hanya tidak makan, tidak minum, tidak merokok ataupun hal lainnya yang dapat membatalkan puasa. Adapun yang bisa meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Sebab kenyataannya banyak orang tidak makan ketaqwaannya pun juga tidak bertambah. Banyak orang yang jika tidak minum barangkali ketakwaannya juga tetap demikian. Termasuk banyak orang tidak merokok barangkali tidak akan meningkatkan ketakwaan. 

Pertanyaan yang lebih mendalam, Mengapa seseorang menahan untuk tidak minum? Mengapa seseorang tetap kuat menahan untuk tidak makan? Mengapa seseorang tetap kuat untuk tidak merokok ataupun hal lainnya yang dapat membatalkan puasa? 

padahal jika seseorang tersebut masuk ke dalam kamarnya. tutup pintu dan jendela dengan rapat. kemuDian makan, minum, dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Tidak ada makhluk yang tahu. 

Akan tetapi yang lebih penting pertanyaannya, Kenapa tetap seseorang tahan rasa lapar, rasa haus, serta perasaan-perasaan yang lain, Terutama nafsu yang dikekang sedemikian rupa?

Tentu karena ada iman yang sudah tertancap kuat dalam Sanubarinya. ada keyakinan bahwa Allah selalu mengawasinya. Ada keyakinan dalam hati Allah selalu memantau gerak-geriknya. ada keyakinan yang kuat bahwa Allah mencatat semua perbuatan selama kita berpuasa. 

Inilah yang paling penting esensi dari puasa. Bukan hanya karena tidak minum, tidak makan ataupun hal lainnya. tetapi ketika hati menghadirkan Allah. Ada perasaan akan selalu dicatat, selalu dilihat dan selalu diawasi oleh Allah SWT. 

Inilah yang penting kenapa di bulan puasa pada endingnya nanti bisa meningkatkan ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT. Artinya apa? puasa melatih untuk menghadirkan Allah di dalam hati. 

'hadirkan Allah dalam diam, dalam setiap gerakan, berdiri, duduk dan dalam Aktivitas keseharian. bahkan, hadirkan Allah dalam lintasan pikiran serta dalam setiap detak jantung'. 

Posisi inilah yang barangkali mampu dilakukan, di situlah sebenarnya ketaqwaan akan terbentuk tumbuh dan bertambah. tentu bagi orang yang sudah mampu menghadirkan Allah dalam setiap aktivitasnya. 

Malu rasanya ketika bermaksiat, malu rasanya ketika melanggar perintah perintah Allah bahkan secara tidak sadar rasa takut hadir dalam setiap keadaan. 

Barangkali inilah menjadi bekal, 1 bulan training (latihan). untuk bekal 11 bulan di masa yang akan datang. Dengan senantiasa terus menghadirkan Allah dalam setiap tindakan, sikap, dan perilaku. 

Inilah yang barangkali bisa mengantarkan kita untuk menuju tujuan dari puasa seperti yang di firman Allah SWT. Bahwa tujuan puasa membentuk insan yang bertaqwa.

'menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi segala bentuk larangan dari Allah SWT', baik dalam posisi kita sedang sendiri ataupun posisi kita sedang ramai di tengah masyarakat yang bermanfaat bagi kita. 

Mudah-mudahan puasa kita benar-benar membentuk kita menjadi pribadi yang bertaqwa senantiasa timbul rasa takut ketika akan melanggar perintah yang tentu dimurkai oleh Allah.

Selengkapnya saksikan siaran langsung di Channel You Tube Harokah Official


Transkriptor : Haris

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.