Kultum Ramadan 14, Pahala Tidak Menjamin Masuk Surga

Flayer Kultum Ramadan dengan Narasumber Ust. Dr. Suheri, M.Pd.I
Dalam Kitab Al-Hikam sebagaimana disampaikan dan dijelaskan oleh Syekh Imam Ibnu Athailah, bahwa 'terkadang seorang muslim yang melakukan berbagai amal Shalih, sering menyangka Dengan perbuatannya itu dapat mengantarkan dirinya ke dalam surga dan membebaskan dari siksa api neraka. 

Ketika seorang muslim melakukan kemaksiatan, dirinya menyangka bahwa amal ibadah kebaikannya itu bisa menutupi segala kesalahan-kesalahan yang dilakukan kepada Allah SWT. Sehingga, seseorang yang mengamalkan sebuah kebaikan dan amal shalih, Penuh harapan untuk bisa masuk ke surga-Nya. Seseorang akhirnya mengandalkan dan bergantung pada amal kebaikannya tersebut. 

Tentu, keyakinan seperti ini menurut Imam Ibnu Athaillah merupakan kesalahan yang besar. Sebab, sejatinya masuk ke dalam surga Allah SWT pada hakekatnya bukan karena kebaikan yang dilakukan. Akan tetapi, pada hakekatnya tentu karena rahmat dan ridho yang diberikan Allah SWT kepada hambanya. 

Artinya apa?. Seseorang masuk surga itu semata-mata karena rahmat. Bukan karena amal sholeh dan kebaikan yang dilakukan. Tetapi sebagai umat Islam secara syariat tetap berkewajiban untuk melakukan amal sholeh serta menjalankan perintah dari Allah SWT. 

Baca Juga :

Ini adalah wujud penghambaan seseorang kepada Allah SWT. Namun, bukankah sudah diajarkan bahwa setiap seseorang yang melakukan amal ibadah kepada Allah SWT, mulai dari puasa, niat untuk shalat, selalu ditutup dengan kalimat lillahi Ta'ala. 

Artinya apa?. Bahwa semua amal ibadah, keshalihan, semua perbuatan yang dilakukan. Haruslah bermuara semata-mata karena Allah SWT. Oleh karena itu, ini perlu dibenahi dan diperbaiki, bahwa beribadah bukan karena mengharap surga dari Allah SWT. 

Demikian, menjauhi segala maksiat bukan karena takut akan neraka. Sebab, ketika misalkan Allah tidak menciptakan surga, Allah tidak menyiapkan neraka. Maka, manusia didunia ini hanya akan hidup dengan kehendak ya. Tentu ini menjadi tantangan seorang hamba kepada sang pencipta yang bersifat mutlak. Maka, harus dilakukan tanpa ada ancaman, tanpa adanya hadiah, tanpa adanya balasan, pahala, surga dan seterusnya. Haruslah tetap beribadah kepada Allah SWT. 

Sekali lagi bahwa seseorang masuk surga ini bukan karena amal dan jangan pernah mengandalkan Amal. Jangan terlalu pandai pada amal yang dikerjakan. Sebab, amal perbuatan itu sebenarnya sebagai wasilah dan media bagi hamba untuk mengundang rahmat dari Allah SWT. Serta, kebaikan dan amal shalih merupakan perantara menghadirkan rahmat dan ridha dari Allah SWT. 

Di dalam kitab Al-Hikam juga dijelaskan, ada seseorang yang sudah membunuh sebanyak 99 Kali. Pada saat itu seseorang tersebut bertobat. Bahkan, belum sempat Melakukan kebaikan. tetapi, karena seseorang itu sudah mentaubati semua keburukan dan maksiat yang pernah dilakukan. Disitulah rahmat Allah datang. 

Demikian juga terdapat kisah lain menyebutkan, ada seorang perempuan yang masuk surga bukan karena amal ibadahnya. Melainkan, karena perempuan tersebut pernah memberikan makanan kepada seekor anjing. Dimana dalam kacamata manusia anjing ini dipandang dan dinilai sebagai hewan yang hina. Tetapi, karena Allah suka, senang, ridha dan merahmati si perempuan ini masuk surga. tentu bukan termasuk ibadah yang besar.

Demikian juga dalam kitab lain, dikisahkan bahwa Sayyidina Umar Bin Khattab ini mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Diridhai oleh Allah masuk ke dalam surga-Nya. 

Bukan karena beliau sebagai Amirul Mukminin atau sebagai pejuang Islam dan sebagai sahabat dari Baginda Rasulullah Saw. Akan tetapi, karena memang Allah ridha kepada Umar Bin Khattab untuk masuk surga. Sebab, memerdekakan burung kecil. 

Barangkali ini menjadi pelajaran dan hikmah. Bahwa, jangan pernah menyepelekan sedikitpun amal kebaikan. Sebab, tidak ada yang tahu, jangan-jangan di situlah Allah menyiapkan rahmat bagi hambanya. 

Demikian sebaliknya, jangan pernah menyepelekan satu maksiat sekecil apapun. Karena tidak ada yang tahu jangan-jangan justru disitulah murka Allah hadir. Bukan karena besar kecilnya maksiat, tetapi karena menyepelekan sebuah kesalahan kepada Allah SWT. 

Tentu ini pelajaran dan hikmah bagi seluruh elemen yang ada. Berharap besar untuk mendapatkan rahmat dan ridho dari Allah SWT. Ini yang perlu yang dikedepankan karena Allah yang punya rahmat dan Allah punya ridho. Mari bersama-sama mengharap dan mendoakan bersama. Agar senantiasa rahmat dan ridho dari Allah SWT turun, baik di dunia hingga akhirat. 

Saksikan selengkapnya siaran langsung di Channel You Tube Harokah Official


Transkiptor : Haris

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.