Sinergi Banom dan Kader Penggerak NU Wonosari Peringati Nuzulul Qur'an dan Santunan Anak Yatim

Peringatan Nuzulul Qur'an oleh MWC NU Wonosari di Balai Desa Tangsil Wetan. 
Seluruh Banom dan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (NU) serta Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Wonosari, satukan barisan menggelar Peringatan Nuzulul Qur'an dan Santunan Anak Yatim serta Temu Kader Penggerak NU se-Kecamatan Wonosari di lapangan Tangsil Wetan, Wonosari, Bondowoso, Kamis (06/05).

Abdul Wasik, M.HI, Ketua Tanfidziyah MWC NU Wonosari menyampaikan bahwa pihaknya dan seluruh Banom serta Kader Penggerak NU telah menyiapkan kegiatannya selama setengah bulan.

"Ini merupakan acara puncak yang diselenggarakan MWC NU Wonosari, Banom NU dan Kader Penggerak NU setelah sebelumnya melakukan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan maupun keagamaan. Seperti kegiatan TABASSAM, penyaluran zakat, ngaji Ramadan dan lain sebagainya," ungkapnya.

Dirinya berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan tersebut seluruh pengurus NU dan Kader Penggerak NU, khususnya Kecamatan Wonosari mendapatkan ridha dari Allah SWT.

"Semoga mendapat keberkahan bulan puasa dan segala amal kebaikannya dibalas yang lebih baik oleh Allah SWT," tutupnya.

Baca Juga : 

Selain memperingati Nuzulul Qur'an MWC NU Wonosari juga adakan santunan anak yatim yang bekerja sama dengan BMT NU Wonosari
Pantauan di lapangan, kegiatan yang diadakan oleh MWC NU itu dihadiri oleh Koordinator PKPNU Bondowoso, Dr. KH. Mas'ud Ali dan seluruh Pengurus MWC NU serta Banomnya, seperti Fatayat NU, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Muslimat NU, IPNU-IPPNU, Banser, dan PSNU Pagar Nusa se-Kecamatan Wonosari.

Dr. KH. Mas'ud Ali dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam menyongsong 1 abad NU menuju kemandirian organisasi, pengurus maupun Kader Penggerak NU harus menjalankan KOIN NU sebagai salah satu caranya.

"Jika KOIN NU dijalankan, maka MWC NU, Ranting NU dan seluruh Banom NU tidak akan repot mengadakan acara karena yang menjadi tantangan NU memang kemandirian ekonomi," tuturnya.

Sebagai Kader Penggerak NU, menurut KH. Mas'ud, harus membantu Pengurus NU di semua jenjang untuk menggerakkan kegiatan-kegiatan organisasi yang didirikan oleh para Muassis ini.

"Selaku kader yang sudah diambil sumpahnya harus selalu siap dipanggil NU," tegasnya.

Karena baginya, kader yang telah pengikuti PKPNU bukan hanya warga NU secara kultural saja, melainkan kader yang siap berkiprah dan berkontribusi untuk NU

"Karena kader punya dua tugas yaitu mewujudkan kemandirian jam'iyah melalui KOIN NU dan membantu menggerakkan kegiatan-kegiatan NU," tambahnya.

KH. Mas'ud yang juga merupakan seorang dosen di IAIN Jember itu juga membeberkan, bahwa sebagai Kader Penggerak NU, tidak hanya ilmu yang diberikan, namun juga harus ada gerakan nyata dari para kader.

"Ilmunya kader harus selaras dengan ilmu Muassis NU, selain itu harokahnya juga harus sama. Apabila ilmu dan harokah kader sama, insyaallah akan diakui santrinya Muassis NU," jelasnya.

Lebih lanjut KH. Mas'ud menerangkan bahwa seorang kader juga harus mengikuti jejak-jejak Muassis NU, karena hal itu sama saja dengan mengikuti jejak-jejak para guru terdahulu.

Dalam acara tersebut juga diisi dengan temu kader penggerak NU se-kecamatan Wonosari
"Semangat terus berkhidmad, berjuang di NU dan berkumpulnya kalian hari ini menjadi bukti kader NU solidaritasnya tinggi dalam menggerakkan kegiatan NU," pungkasnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan anak yatim dan bekerja sama dengan BMT NU Cabang Wonosari, serta diakhiri dengan buka bersama.

Kegiatan yang bertempat di lapangan Tangsil Wetan ini diguyur hujan deras sebelum kegiatan dimulai. Namun, hal itu tidak menjadi penghambat khidmatnya kegiatan.

"Lokasi kegiatan terpaksa kami pindah ke Balai Desa Tangsil Wetan karena sebelumnya lokasi yang akan kami tempati diguyur hujan deras dan tidak memungkinkan untuk memaksakan tetap bertempat di lapangan Tangsil Wetan," kata Abdul Wasik, M. HI, Ketua Tanfidziyah MWC NU Wonosari pada tim wartanu.com setelah kegiatan usai, Kamis (06/05).


Penulis : Muhlas

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.