Disangka Kuli Bangunan Ternyata Jadi Rektor

 Ahmad Mahfud (kiri), Ketua Rayon PMII Nurut Taqwa Masa Khidmat 2019-2020, (Foto : Tim Kreatif)

Tubuhnya kecil tidak terlalu tinggi bahkan geraknya menunjukkan kelembutan. Kulitnya hitam manis disertai murah senyuman.

Hidupnya selalu menyesuaikan. Ketika berhadapan dengan orang berpendidikan menunjukkan layaknya seorang pelajar yang selalu ingin tahu keilmuan, namun ketika berhadapan dengan orang pesantren (Kiai) langkahnya sangat Takdzim. Nyaris bagaikan orang tidak mengetahui apa pun selain tunduk patuh mendengarkan. 

Beliaulah Samsul Arifin, M. Hi. Orang banyak memanggilnya dengan Pak Samsul sebagai sapaan akrabnya.

Baca Juga  : 

Laki-laki ini kelahiran Pasuruan, asli suku Jawa. Oleh karena itu, tidak bisa dipungkiri logat Jawanya mahir dan amat terasa. Beliau anak ketiga dari lima bersaudara. Pun Jebolan salah satu pesantren yang diasuh oleh pahlawan nasional (KHR. As'ad Samsul Arifin ), Pondok Pesantren Syalafiah Syafi'iah Sokerejo Situbondo.

Mulai nyantri di Sokerejo Situbondo sejak tahun 1995, kehidupannya di pesantren sangat dimanfaatkan. Selain belajar kitab dan ilmu umum, beliau juga senang mengabdi membantu keluarga dalem sambil beradaptasi dengan lingkungan baru di pesantren. Menjadi santri, kuncinya harus hidup dengan penuh kesabaran menghadapi banyak batasan.

Sejak bangun pagi, harus beribadah hingga waktu sekolah tiba. Sore hari, beliau disibukkan dengan berbagai kegiatan, mengaji dan belajar. Waktu tidur relatif singkat, menu makanan terbatas, dan tinggal dalam ruangan yang tidak luas, berisi belasan bahkan puluhan santri.

Pak Samsul juga menempuh pendidikan kuliahnya di pesantren Sukorejo dari S1 sampai S2. S1 mengambil jurusan tarbiyah bidang Bahasa Arab, karena penilaiannya akan sangat butuh pelajaran tersebut. 

Kemudian pada jenjang selanjutnya, beliau meneruskan di S2 di Ma'had Aly Sukorejo. Alasan pertamanya memilih Ma'had Aly karena beliau menilai lembaga ini unik, berbeda dengan yang lain. Bukan hanya bagus dari segi konsep pembelajarannya, lain daripada itu mampu mencetak orang besar sukses dan alim.

Kedua, Pak Samsul terinspirasi pada kakak tingkatnya yang setiap hari begitu rajin, pintar pemahaman keagamaan dan bisa membaca kitab. Beliau KH. Barri Sahlawi Zain M. Si yang sekarang menjadi Ketua Yayasan PP Nurut Taqwa sekaligus anggota DPRD Kabupaten Bondowoso. 

Pasca dari pendidikan kuliahnya, tahun 2005 Pak Samsul diutus menjadi guru tugas di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Tangsil Bondowoso.

Baca Juga : 

Di sana beliau mulai mengimplementasikan apa yang didapatkan selama belajar di Sukorejo, mulai membantu mengisi di beberapa lembaga dan pengajaran bagi santri.

Hingga berjalan 2 tahun kemudian sosok kemandiriannya mulai dilengkapi dengan gadis asal Tangsil Bondowoso yang pada tahun 2007 silam resmi menikah.

Beliau menjalani kehidupannya dengan penuh kesederhanaan, baik penampilan dan kekeluargaan. Modal ikhlas selalu dikedepankan dalam pengabdian demi mendapat keberkahan dari Tuhan.

Menjelang tahun 2008 Pak Samsul mulai mendapat kepercayaan tekat mendaftar sebagai Dosen di Universitas Bondowoso. Niat bismillah beliau menjalani sebagai Dosen di Universitas Bondowoso selalu semangat. 

Hari demi hari pengabdiannya terus berjalan, dua tahun berikutnya setelah resmi menjadi Dosen Unibo Pak Samsul dipercaya menjadi Kaprodi Hukum. Berpenampilan seadanya dan ekonomi cukup memenuhi pengabdiannya. Berangkat mengajar dari arah timur, Tangsil, menuju kota Bondowoso melaksanakan kewajiban. 

Selang berapa hari kemudian Pak Samsul mendapat undangan acara wisuda. Karena beliau seorang Kaprodi patut kiranya hadir sebagai partisipan. Ya, meski banyak orang tidak tahu bahwa beliau seorang Dosen. Melihat penampilannya tidak seperti orang pengajar umumnya. Tapi, Pak Samsul tetap santai menjalaninya.

Pak Samsul orang yang disiplin dan sederhana. Kala menghadiri acara wisuda, beliau berangkat menggunakan motor RC atau Lang-Elangan kata orang desa. Menggunakan pakaian sederhana, dan helm tua melintasi kota Bondowoso yang ramai dan banyak kepulan asap dari sepeda RC-nya.

Sampai di gerbang tempat acara, dengan sigap satpam menanyakan keperluannya. Pak Samsul lupa membawa bukti undangannya sehingga beliau diarahkan ke tempat parkir paling belakang oleh satpam.

Melihat Pak Samsul diarahkan ke parkir paling belakang yang banyak perabot kuli bangunan, salah seorang staf kampus lari menghampiri satpam.

"Kamu ini bagaimana, tidak tahu siapa beliau yang datang itu? Itu Pak Samsul Ketua Program Studi Hukum di kampus ini. Kok bisa-bisanya dibawa ke tempat kuli bangunan?" Katanya, marah. Pak Samsul hanya diam sambil tersenyum mendengarkan.

Berikutnya setelah cukup lama menjadi Kaprodi, Pak Samsul diangkat menjadi Dekan Fakultas Agama Islam. Di sinilah beliau mulai banyak mengisi kegiatannya dengan keagamaan, mulai mengajak mahasiswa untuk bergabung belajar bersama di luar kegiatan kampus dan mengisi kajian kitab rutinan di musalla. Tentu dengan niat istiqomah beliau melakukannya dengan ikhlas dan menambah pengabdian.

Lagi-lagi beliau semakin banyak peningkatan memperoleh kepercayaan dari banyak orang. Tiba pada waktunya, November 2020 kemarin Pak Samsul resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Bondowoso. 

Baca Juga : Karomah Kiai As'ad Syamsul Arifin; Memecah Badan dan Mengetahui Turunnya Hujan

Sungguh luar biasa mengagumkan. Melihat Pak Samsul memiliki kepribadian rajin dan semangat juang terus berkobar. Tak mengenal lelah dan omongan orang, beliau tetap menjalaninya dengan tegar dan penuh ikhlas.

Tentu dengan cerita perjalanan pendidikan Pak Samsul, kita sebagai anak muda millenial dapat mengambil hikmah pelajaran penting dari itu semua. Dari semangat, rajin, kesederhanaan, dan ikhlas melakukan pengabdian. Semoga kita semua mampu meniru jejak langkah beliau. Aamiin yaa rabbal 'aalamiin.


Penulis : Ahmad Mahfud, Ketua Rayon PMII Nurut Taqwa Masa Khidmat 2019-2020

Editor : Muhlas

Posting Komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Lebih baru Lebih lama

IKLAN