MWCNU Taman Krocok Rutin Gelar Istighasah dan Shalawat

(Suasana kegiatan Istighasah dan Shalawat Bersama oleh MWCNU Taman Krocok.)

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Taman Krocok menggelar Istighatsah dan Shalawat Bersama di kediaman H. Samsuri, Desa Paguan Kecamatan Taman Krocok Kabupaten Bondowoso, Jum’at (19/11). Kegiatan dilakukan demi mempererat tali ukhuwah antar sesama kader NU.

Katib Syuriyah MWCNU Taman Krocok, Ust. Haerul Fais menjelaskan, bahwa apa pun kegiatan NU harus disemarakkan, seperti kegiatan Istighasah dan Shalawat Bersama. Menurutnya, kegiatan tersebut patut diikuti karena banyak manfaat yang bisa didapatkan, salah satunya mempererat tali persaudaraan.

“Kegiatan ini tak lain hanya untuk mempererat tali persaudaraan kita dan sama-sama menyemarakkan kegiatan NU di Taman Krocok agar kelompok lain tidak bisa masuk ke Taman Krocok,” katanya pada wartanu.com, Sabtu (20/11).

Selain itu, Fais merasa bangga karena kegiatannya kali ini dihadiri oleh Wakil Katib Syuriyah PCNU Bondowoso, Lora Miftahus Surur.

“Hari ini merupakan kebanggaan bagi kita semua karena Wakil Katib Syuriyah PCNU Bondowoso hadir di tengah-tengah kita dan kita bisa ngaji langsung kepadanya,” lanjutnya.

Sementara Camat Taman Krocok, Muhdar mengatakan terima kasih pada pengurus MWCNU, Ranting NU se-Kecamatan Taman Krocok dan kader NU lintas angkatan yang telah membuat suasana dingin pasca pilkades serentak di Bondowoso.

“Dengan kegiatan ini mari berpegangan tangan dan eratkan persaudaraan kita. Jangan sampai pilkades kemarin membuat kita bermusuhan. Yang menang jangan terlalu hura-hura, jaga perasaan yang kalah dan yang kalah harus sabar dan tabah,” katanya.

 Baca Juga :

Di sisi lain, Wakil Katib Syuriyah PCNU Bondowoso, Lora Miftahus Surur menjelaskan bahwa untuk berkumpul dengan ulama bisa menggunakan beberapa wasilah. Pertama, hubungan keilmuan antara santri dan kiai atau guru.

"Jika santri secara keilmuan mempunyai hubungan yang erat dengan gurunya, maka dijamin akan berkumpul dengan gurunya di akhirat," jelasnya.

Kedua, hubungan doa anak pada orang tua. Hubungan ini bisa menjadi wasilah untuk berkumpul di akhirat karena anak senantiasa mendoakan orang tuanya.

Menurut pengarang kitab Fiqh dan Tafsir Ambarsari ini, agar hubungan doa anak pada orang tuanya terjalin erat maka pendidikan anak harus diperhatikan karena tak jarang ditemukan anak tidak percaya ziarah kubur, tahlil dan lainnya karena salah pendidikan.

"Jangan sampai salah dalam memilih pendidikan untuk anak kita karena kalau sampai salah dikhawatirkan nantinya akan mudah membid'ah-bid'ahkan sesuatu," ungkapnya.

(Wakil Katib Syuriyah PCNU Bondowoso dan Pengarang Kitab Fiqh dan Tafsir Ambarsari, Lora Miftahus Surur saat memberikan tausiyah)

Untuk menanggulangi hal tersebut, Lora Miftah menyarankan untuk menempatkan anak di pesantren yang notabene pendidikannya berpaham Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

"Pesantren masih sangat kuat untuk menjaga anak dan generasi kita tetap di haluan Islam Aswaja dan organisasi Nahdlatul Ulama karena pesantren merupakan satu kesatuan dari NU yang tidak dapat dipisahkan,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan, kegiatan rutin bulanan tiap Jum’at tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus MWCNU Taman Krocok, Ranting NU se-Kecamatan Taman Krocok dan kader PKPNU lintas angkatan.


Pewarta : Muhlas

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.