Bangkitkan Seni dan Budaya di Tengah Pandemi Covid-19, Lesbumi Bondowoso Adakan Festival Pelajar

Festival Pelajar yang diadakan oleh Lesbumi PCNU Bondowoso
Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso, menggelar Festival Seni dan Budaya di Graha NU, Kelurahan Kota Kulon, Sabtu (6/11/2021) malam. 

Kegiatan dalam rangka Hari Santri Nasional (HSN) 2021 tersebut, melibatkan sejumlah pelajar SMP dan SMA di Bumi Ki Ronggo. 

Festival yang dikemas dengan nuansa Islami ini, mengkolaborasikan kesenian tradisional seperti kenong, gamelan dengan alat musik modern. Kegiatan itu juga menampilkan musikalisasi puisi dan pencak silat.

Baca Juga :

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan teks Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon, ini mengusung tema Kebangkibat Seni dan Budaya Nusantara.

Ketua Lesbumi PCNU Bondowoso, Muhlis Adi Rangkul mengatakan, festival ini untuk menumbuhkan kembali kesenian dan budaya di tengah-tengah masyarakat. 

“Ini adalah awal kebangkitan seni dan budaya, khususnya di Bondowoso. Ini pentas pertama Kepengurusan Lesbumi periode 2021/2026,” katanya. 

Salah satu penampilan seni dalam acara Festival pe;ajar yang diadakan oleh Lesbumi PCNU Bondowoso
Menurutnya, kesenian dan kebudayaan Nusantara harus dirawat. Sebab kata dia, hal itu merupakan kekayaan yang dimiliki bangsa ini. Kesenian dan kebudayaan adalah cara bangsa ini berekspresi. 

"Seni merupakan cara Walisongo melakukan Islamisasi, dan budaya menyatukan bangsa," jelas pria kelahiran Sumenep Madura ini. 

Sengaja ia melibatkan pelajar, tujuannya agar generasi milineal di Bondowoso tetap mempertahankan seni dan kebudayaan asli Nusantara. 

"Generasi muda harus diajarkan kesenian dan budaya agar mereka tidak lupa asal mereka," kata Alumnus Pondok Pesantren Manbaul Ulum Bata-Bata Madura itu.

Kedepan kata dia, Lesbumi Bondowoso menginginkan agar generasi muda NU bisa membuat animasi yang khusus menceritakan kebudayaan asli Nusantara. 

"Kebudayaan dan kesenian harus digaungkan. Karena kebudayaan kita sudah dijajah," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Bondowoso, Dr Saihan, memberikan apresiasi terhadap kegiatan Lesbumi yang melibatkan para pelajar, baik yang masih SMP maupun sudah SMA. Menurutnya, ini adalah pintu masuk kepada para pelajar untuk mengenalkan ajarkan Islam rahmatan lilalamin, yang diajarkan salafunasshalih. 

“Kegiatan ini penuh spirit dan nilai luar biasa. Nuansanya menguatkan kebudayaan Bondowoso. Para pelajar juga bisa dikenalkan dengan ahlussunnah wal jamaah. Apalagi saat ini rawan dengan gerakan-gerakan radikal di kalangan pelajar,” imbuhnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Bondowoso KH Junaidi Mu’thi serta sejumlah pengurus NU, Forkopimda dan sejumlah pihak terkait lainnya. Festival juga disiarkan secara live di channel YouTube @harokah official

Pantauan di lokasi, festival seni dan budaya yang diselenggarakan Lesbumi Bondowoso tersebut tetap menerapkan Protokol Kesehatan Covid-19. Menjaga jarak, cuci tangan dan menggunakan masker. 


Penulis : Mohammad B.

Editor : Gufron

Tidak ada komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Diberdayakan oleh Blogger.