Kultum Ramadan 15, Refleksi Ramadan; Puasa Melatih Peningkatan Kualitas Diri

Flayer Kultum Ramadan dengan Narasumber Drs. H. Amin Said Husni

Ramadan berjalan begitu cepat, separuh perjalanan telah berlalu dalam melaksanakan kewajiban berpuasa ini. Tentu, doa selalu terpanjat, semoga tetap diberikan kemudahan dan kekuatan untuk menyelesaikan sisanya yang setengah bulan lagi. Akan tetapi ada satu hal yang penting untuk direnungkan dalam perjalanan. 

Apa itu?. Yaitu, apakah pasca dari bulan Ramadan ini seseorang telah betul-betul menjalankan ibadah puasanya?. Untuk mencapai tujuan hakikinya seperti yang dikatakan dalam Al-quran, bahwa berpuasa itu tujuannya adalah لعلكم تتقون (agar menjadi orang yang bertakwa) atau jangan-jangan seseorang hanya sekadar menggugurkan kewajiban saja dalam berpuasa. Hanya menahan lapar dan dahaga, sehingga akan termasuk kategori orang yang disabdakan oleh Rasulullah, bahwa "banyak orang yang berpuasa. Akan tetapi dia tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan dahaga saja".

Oleh karena itu ada baiknya disaat seseorang telah melalui separuh jalan dalam bulan Ramadan ini. Marilah jadikan waktu untuk mengevaluasi diri dan melakukan introspeksi. Agar betul-betul mendapatkan nilai tambah dari puasa tersebut. 

Karena sejatinya tujuan berpuasa di bulan Ramadan itu bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban berpuasa. Tetapi ada banyak nilai tambah yang harusnya bisa dicapai.

Ada satu hal dari Imam Al Qasthalani yang membuat syarah kitab Shahih al-Bukhari, beliau mengatakan 'Ketahuilah bahwa sesungguhnya maksud dari berpuasa di bulan Ramadan itu adalah untuk menahan nafsu dari kebiasaan-kebiasaan jelek.’ Jadi, kebiasaan-kebiasaan yang tadinya biasa dilakukan dan dikerjakan, Hendaknya tereda, tahan dan kendalikan di bulan Ramadhan ini. 

Kedua, mengendalikan keinginan nafsu yang kadang-kadang cenderung distruktif, Justru bisa membahayakan dan membuat seseorang terpuruk. Hal ini juga harus bisa dikendalikan dan dilatih pada bulan Ramadan ini. 

Ketiga, Kalau istilah sekarang itu keluar dari zona nyaman. Ini juga merupakan suatu hal yang terus dilatih secara continue. Pertanyaannya sekali lagi, apakah selama 15 hari berjalan dari setengah perjalanan ramadan ini sudah melatih dengan kesungguhan hawa nafsu diri, agar bisa terkendali? Atau, jangan-jangan hanya menahan lapar dan dahaga saja, sehingga yang didapat hanyalah lapar dan dahaga. 

Baca Juga : 

Ada satu hadist Rasulullah SAW, beliau bersabda ‘bahwa orang yang berpuasa tetapi dia tidak meninggalkan omongan jorok, tidak menjauhi perbuatan-perbuatan jorok. Maka, Allah SWT tidak punya kepentingan apa-apa sekalipun dia sudah meninggalkan makan dan minumnya'. Artinya seseorang tersebut tidak akan mendapatkan nilai tambah apapun dari puasanya. 

Ada satu hadist lagi yang perlu dikutip, Rasulullah bersabda bahwa ‘berpuasa itu bukan hanya berpuasa dari makan dan minum saja. tentu yang dinamakan berpuasa yaitu meninggalkan hal-hal yang hanya main-main dan membuang-buang waktu. Serta, meninggalkan sesuatu yang keadaan kotor atau perbuatan kotor. Juga hal-hal yang menimbulkan dosa. 

Maka, agar puasa ini berujung dengan لعلكم تتقون (agar bertakwa) menghasilkan peningkatan kualitas karakter menjadi orang yang bertakwa.

Sehingga, disisa waktu 15 hari kedepan ini haruslah bisa ditingkatkan intensitas latihan dan kesungguh-sungguhan di dalam mengendalikan hawa nafsu. Agar nilai tambah dari bulan Ramadan betul-betul bisa didapatkan.

Bukankah Nabi juga bersabda, bahwa ‘Ramadan itu ada tingkatan-tingkatannya. ada level 1 level 2 level 3. Level yang pertama itu adalah rahmat. Kemudian level kedua yaitu Maghfirah (ampunan Allah) dan ketiga adalah jaminan pembebasan dari siksa api neraka. 

Artinya, bahwa berpuasa itu ibarat mendaki. Semakin ke belakang, semakin tinggi tantangannya semakin berat. Akan tetapi justru kesungguhan juga harus semakin maksimal. Sehingga, pada ujungnya nanti bisa mendapat apa yang disebut dengan Lailatul Qadar. Apa itu?. Yakni puncak pencapaian spiritualitas di bulan Ramadan. 

Maka, ketika seseorang sudah melewati fase rahmat, fase maghfirah. Akhirnya nanti akan mendapatkan garansi jaminan terbebas dari api neraka. 

Marilah manfaatkan sisa waktu yang masih ada ini. Untuk bisa meningkatkan pelatihan di bulan Ramadan ini. Bukan hanya sekedar menggugurkan kewajiban berpuasa. Tetapi juga untuk meningkatkan kualitas jiwa, meningkatkan kualitas diri menjadi pribadi yang Muttaqin.

Saksikan selengkapnya siaran langsung hanya di Harokah Official


Transkiptor : Maulana Haris

Editor : Gufron

Posting Komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Lebih baru Lebih lama

IKLAN