Makna Filosofis Logo Dema FTK INISNU Temanggung yang Harus Kamu Ketahui

Farid Hasyim Susilo, Mahasiswa PAI INISNU Temanggung (Foto : Tim Kreatif)
Makna logo sebuah organisasi merupakan salah satu hal yang memang perlu dibahas, baik dari sisi filosofi, dasar pengartiannya mau pun yang lainnya. Bahkan sampai ada yang memiliki makna sakral bagi dan banyak pantangannya. Selain itu, logo juga menyelipkan harapan besar bagi yang menjalankan roda keorganisasian serta masyarakat yang bernaung di bawahnya. 

Logo dibuat agar bisa menjadi acuan dan pedoman dalam menjalankan visi misi yang telah direncanakan sebelumnya, dan dari logo tersebut dapat kita ketahui secara jelas, seberapa besar progres kemajuan yang ingin dicapai sehingga mencapai targetnya atau selaras dengan tujuaannya.

Logo suatu organisasi ataupun lembaga, biasanya dibuat berdasarkan kontribusi seseorang, adat istiadat atau tradisi yang lebih dahulu berkembang di kalangan masyarakat. Sehingga ikon yang menjadi ciri khas suatu daerah tersebut bisa diabadikan, dikenang dan direnungi melalui lambang, logo. Selain itu, pembuatan logo terkadang juga ada yang membutuhkan wejangan-wejangan dari orang tertentu agar lebih bermakna.

Hal itu masih proses perencanaan pembuatan belum pelaksanaan pembuatannya. Secara pelaksanaannya, pembuatan logo masih melalui beberapa tahapan seperti pembuatan sketsa secara manual terlebih dahulu kemudian didesain menggunakan aplikasi corel draw atau lainnya.

Baca Juga :

Setelah lambang (logo) dibuat, masyarakat akan segera mengetahui dan mengenalnya tanpa harus melihatnya secara langsung. Karena memang dewasa kini adalah zamannya milenial yang kesemuanya bisa diakses melalui media sosial. Sehingga dengan bantuan media sosial, logo yang sudah dibuat bisa diketahui oleh masyarakat.

Seperti logo Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung yang dibuat berdasarkan banyaknya pemikiran dan penuh makna tersirat di dalamnya.

Berikut penulis paparkan makna filosofis dari logo DEMA FTK INISNU Temanggung yang merupakan salah satu Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang berlokasi di Jl. Suwandi Suwardi KM.1, Srimpibaru, Madureso, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Lingkaran terluar melambangkan mahasiswa FTK sebagai penjaga atau pelindung dari berbagai ancaman, baik dari sisi akhlak, paradigma menyimpang dan lain sebagainya

Tulisan "DEWAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN" melambangkan media penghubung mahasiswa FTK untuk mendapatkan haknya serta merupakan suatu perkumpulan majelis keilmuan

Dua titik hitam melambangkan kesiapan mahasiswa FTK dalam mendedikasikan dirinya kepada masyarakat melalui ilmu yang sudah didapat

Tulisan "INISNU TEMANGGUNG" melambangkan nama Perguruan Tinggi NU yang menjadi wadah mahasiswa NU berproses di dalamnya dengan menekankan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan

Lingkaran kedua melambangkan penguatan mahasiswa FTK dengan berbagai pemikiran dan implementasi

Warna dasar putih melambangkan kesucian dan kejernihan berpikir mahasiswa FTK

Warna kuning keemasan melambangkan kejayaan dan kesuksesan mahasiswa FTK di dunia dan akhirat melalui dedikasinya dalam pendidikan

Sembilan bintang melambangkan mahasiswa FTK memiliki jiwa Ke-NU-an yang tinggi dan erat dalam mengikuti dan mengamalkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah sebagai manhaj al–fikr dan manhaj al-harokah.                            

Bumi berwarna hijau melambangkan mahasiswa FTK dapat membumikan atau menyebarluaskan keilmuannya dengan penuh kedamaian, keselerasan serta kelemahlembutan

Pena dan buku melambangkan media keilmuan yang harus disebarluaskan dan disesuaikan dengan perkembangan zaman

Tiga semboyan yaitu taqwa, intelektual, dan profesional

- Taqwa, artinya menjadikan ilmu ketarbiyahan sebagai salah satu upaya mahasiswa FTK untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

Lanjut Baca : 

- Intelektual, artinya mahasiswa FTK diharapkan memiliki pemikiran–pemikiran ilmu tarbiyah sebagai agent of change dan memiliki jiwa sosial yang tiggi ketika berbaur dengan masyarakat

- Profesional, artinya mahasiswa FTK diharapkan memiliki dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi serta bisa memanage waktu dengan baik dan bertanggung jawab


Penulis : Farid Hasyim Susilo, Mahasiswa PAI INISNU Temanggung

Editor : Muhlas

Posting Komentar

Berikan Komentar Untuk Artikel ini?

Lebih baru Lebih lama

IKLAN